Berita TerkiniOpini / FeatureOtomotif, bisnis dan ekonomi

“Jangan Terpancing!” Netizen Imbau Publik Hentikan Kisruh Melda–Rita, Dinilai Cuma Permainan Konten

91
×

“Jangan Terpancing!” Netizen Imbau Publik Hentikan Kisruh Melda–Rita, Dinilai Cuma Permainan Konten

Sebarkan artikel ini

Aceh Singkil |news1kabar.com Jagat media sosial kembali diramaikan oleh kisruh antara Melda (M) dan Rita (R) yang menuai beragam reaksi dari netizen. Namun, alih-alih ikut larut dalam perdebatan, sebagian besar warganet justru mulai bersuara kritis dan mengimbau publik agar tidak mudah terpancing oleh konflik yang dinilai penuh kepentingan.

Netizen menegaskan bahwa setiap tayangan yang ditonton dan setiap tombol like yang ditekan justru menghasilkan uang bagi pihak yang berseteru. Artinya, semakin ramai konflik dibicarakan, semakin besar pula keuntungan yang mereka peroleh.

“Jangan mau dengar keributan mereka. Kita yang nonton, mereka yang dapat uang,” tulis salah satu netizen.

Bahkan, muncul dugaan kuat bahwa konflik ini sengaja dimainkan. Pasalnya, sebelumnya para pihak disebut pernah bekerja sama cukup lama, namun belakangan sudah lama tak terdengar kabarnya. Kondisi itu memunculkan spekulasi bahwa perdebatan sengaja diciptakan demi menaikkan kembali popularitas dan perhatian publik.

“Mereka dulu kerja sama, sekarang sudah sepi. Makanya bikin ribut biar naik daun lagi,” tulis komentar netizen lain yang mendapat banyak dukungan.

Warganet juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut terjebak dalam permainan kreator, yang pada akhirnya justru membuat publik saling membenci pihak A dan B, padahal konflik tersebut belum tentu murni dan tulus. Netizen menilai, emosi publik sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan konten dan keuntungan pribadi.

Imbauan pun semakin kuat menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Banyak netizen mengajak agar perdebatan ini dihentikan dan tidak diperpanjang.

“Sebentar lagi masuk Ramadan. Mari saling memaafkan, jangan ikut menyebar kebencian,” tulis salah satu warganet.

Seruan untuk mengakhiri perdebatan kedua figur tersebut terus menggema. Netizen berharap publik lebih bijak dalam menyikapi konten di media sosial, tidak mudah terpancing emosi, serta mampu memilah mana konflik yang benar-benar substansial dan mana yang sekadar drama demi popularitas.

Di tengah suasana menjelang Ramadan, pesan yang paling banyak digaungkan netizen adalah menahan diri, menghentikan perdebatan, dan memilih kedamaian, agar ruang digital tidak terus dipenuhi konflik yang justru merugikan banyak pihak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *