Bireuen | News1kabar.com — Sebanyak 740 mahasiswa Universitas Almuslim peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan XXVII Tahap II Tahun Akademik 2025–2026 telah menyelesaikan pengabdian di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.
Penjemputan mahasiswa dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, S.Pd., M.Pd., di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bireuen, Senin (9/2/2026). Selama masa pengabdian, para mahasiswa ditempatkan di 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan.
Prosesi pengembalian mahasiswa kepada pihak kampus dilakukan oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, yang turut dirangkai dengan penyerahan piagam oleh Rektor Universitas Almuslim.
Dalam keterangannya, Rektor Dr. Marwan menyampaikan bahwa KKM tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga wadah pembelajaran sosial untuk menumbuhkan empati dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan nyata di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, selain 740 mahasiswa pada KKM Tahap II, sebelumnya sebanyak 178 mahasiswa telah lebih dulu melaksanakan pengabdian pada Tahap I dengan fokus kegiatan serupa.
Universitas Almuslim juga menjalankan lima program hibah tanggap darurat bencana sepanjang 2025. Program tersebut mencakup rehabilitasi sanitasi dan penyediaan air bersih melalui sumur bor, distribusi logistik korban banjir, pendampingan psikososial dan trauma healing, penguatan ketahanan kesehatan dan gizi masyarakat, serta penanggulangan penyakit infeksi saat bencana.
Selama KKM Tahap II, mahasiswa mengimplementasikan sejumlah program utama seperti perbaikan infrastruktur sederhana, edukasi mitigasi bencana, pendampingan UMKM, peningkatan kualitas lingkungan, optimalisasi sumber air bersih, serta trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan KKM.
Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST menilai keterlibatan mahasiswa memberi dampak positif bagi pemulihan masyarakat pascabencana. Menurutnya, kehadiran mahasiswa membantu pemulihan sosial, memberikan edukasi, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
(Erna)












