ACEH – Bantuan kemasyarakatan Presiden untuk pembelian sapi bagi desa-desa terdampak bencana di Aceh resmi disalurkan dengan total anggaran mencapai Rp72,75 miliar. Program ini mencakup 1.455 ekor sapi yang didistribusikan ke 19 kabupaten/kota di seluruh Aceh.
Berdasarkan data yang diperoleh, setiap ekor sapi dihargai Rp50 juta, sehingga total anggaran yang dikucurkan sangat signifikan. Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah penerima terbanyak dengan 391 ekor sapi senilai Rp19,55 miliar Disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 210 ekor (Rp10,5 miliar), serta Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 161 ekor (Rp8,05 miliar).
Sementara itu, Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil masing-masing menerima 20 ekor sapi dengan total bantuan sebesar Rp1 miliar per daerah.
Berikut sejumlah daerah penerima lainnya:
Aceh Timur: 151 ekor (Rp7,55 miliar)
Pidie Jaya: 98 ekor (Rp4,9 miliar)
Bener Meriah: 91 ekor (Rp4,55 miliar)
Gayo Lues: 86 ekor (Rp4,3 miliar)
Bireuen: 45 ekor (Rp2,25 miliar)
Aceh Tenggara: 45 ekor (Rp2,25 miliar)
Pidie: 40 ekor (Rp2 miliar)
Nagan Raya: 29 ekor (Rp1,45 miliar)
Lhokseumawe: 11 ekor (Rp550 juta)
Langsa: 12 ekor (Rp600 juta)
Aceh Besar: 10 ekor (Rp500 juta)
Aceh Selatan: 10 ekor (Rp500 juta)
Simeulue: 5 ekor (Rp250 juta)
Program ini disebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus upaya mendorong pemulihan ekonomi desa melalui sektor peternakan.
Namun demikian, publik juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses distribusi, mulai dari pendataan penerima manfaat, mekanisme penyaluran, hingga pengawasan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Dengan nilai anggaran puluhan miliar rupiah, masyarakat berharap bantuan sapi ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga desa di Aceh.












