New.1.Kabar.Com
Kota Langsa – Sudah memasuki penghujung Februari 2026, dana bantuan stimulan rumah bagi korban banjir di Kota Langsa belum juga diterima daerah. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat terdampak yang hingga kini masih menunggu kepastian pencairan.
Seiring beredarnya isu ajakan petisi dan rencana aksi unjuk rasa pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Langsa meminta warga tidak terprovokasi.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra melalui Sekretaris Daerah Kota Langsa, Dra. Suhartini, M.Pd selaku Ketua Komando Satuan Tugas Penanganan Bencana, menyampaikan bahwa proses penyaluran bantuan masih berada dalam tahapan administrasi dan pengawasan di tingkat pusat.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Namun seluruh tahapan harus dilalui sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
–Dari 3.768 Rumah, Kini Tersisa 1.326 Usulan
Berdasarkan data Pemko, sebanyak 3.768 unit rumah telah diverifikasi pada pendataan tahap pertama. Dari jumlah itu, 1.346 unit dinyatakan memenuhi kriteria awal, terdiri atas 557 rumah rusak sedang dan 789 rumah rusak ringan.
Namun dalam proses review oleh Inspektorat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 20 unit rumah/kepala keluarga yang dinyatakan tidak valid. Dengan demikian, total usulan yang tersisa menjadi 1.326 unit.

Proses verifikasi disebut melibatkan tim enumerator, aparatur gampong dan kecamatan, serta unsur Kejaksaan, Kepolisian, TNI, dan OPD teknis. Hasilnya juga telah diumumkan melalui uji publik pada 10 Februari 2026 untuk memberi ruang sanggahan masyarakat.
Meski demikian, hingga akhir Februari, dana bantuan tersebut belum masuk ke kas daerah.
-Rekening BPBD Masih Nihil Dana Bantuan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, Nursal Saputra, S.STP, MAP, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada transfer dana bantuan dari pemerintah pusat.
“Saldo rekening BPBD Kota Langsa saat ini sekitar Rp13 juta dan itu diperuntukkan untuk pembayaran zakat dan infak. Belum ada dana bantuan bencana yang masuk,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan dana telah tersedia namun belum disalurkan.
–Publik Menunggu Kepastian Waktu
Kendati pemerintah menyebut proses masih berjalan, sebagian warga terdampak berharap adanya kepastian waktu pencairan, mengingat kondisi rumah yang rusak memerlukan perbaikan segera.
Pemko Langsa menegaskan setelah tahapan review BNPB selesai, dana akan ditransfer ke rekening BPBD sebelum disalurkan ke rekening masing-masing penerima sesuai tingkat kerusakan.
Pemerintah juga membuka ruang koreksi jika terdapat laporan disertai bukti objektif terkait ketidaksesuaian data penerima atau klasifikasi kerusakan.
Di tengah dinamika tersebut, Pemko mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadhan dan mempercayakan proses kepada mekanisme resmi yang sedang berlangsung.(#)
( Wan Atjeh)












