Berita Terkini

PENA PUJAKESUMA Soroti Drainase, Warga Aceh Tamiang Harap Aksi Nyata Pemerintah

227
×

PENA PUJAKESUMA Soroti Drainase, Warga Aceh Tamiang Harap Aksi Nyata Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang —  Warga masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang terpaksa mengambil langkah swadaya dengan menggali tanah di sisi kanan dan kiri jalan guna membuat parit sementara. Upaya ini dilakukan untuk mengalirkan genangan air banjir yang kerap merendam permukiman dan badan jalan, terutama saat musim penghujan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, genangan air kerap bertahan hingga berhari-hari dan menyerupai “kolam bebek”. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi merusak badan jalan dan menimbulkan kerugian bagi pemerintah akibat cepatnya kerusakan infrastruktur.

PENA PUJAKESUMA bersama masyarakat Aceh Tamiang berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan melakukan survei dan perencanaan pembangunan parit permanen di kiri dan kanan jalan. Menurut warga, keberadaan drainase yang memadai akan memperlancar aliran air dan mencegah terulangnya banjir yang menggenangi permukiman serta jalan umum setiap musim hujan.

Ketua PENA PUJAKESUMA, Zulsyafri, didampingi tokoh masyarakat dan pemuda setempat, Samsul, menegaskan bahwa harapan warga sangat sederhana: adanya perhatian serius terhadap pembangunan parit di sepanjang jalan lintas utama, baik jalan provinsi maupun jalan daerah.

“Jalan lintas dibuat bagus, lampu hias gemerlapan, tapi kalau parit pembuangan air tidak ada, maka saat musim hujan tetap saja warga yang dirugikan. Itu sama saja seperti cerita Abunawas,” ujar Zulsyafri.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan fungsional. Menurutnya, estetika jalan tanpa sistem drainase yang baik tidak akan menyelesaikan persoalan dasar yang dihadapi masyarakat.

Seorang warga lainnya juga menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai, cita-cita pembangunan daerah yang merata dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat akan sulit tercapai apabila persoalan aliran pembuangan air terus diabaikan. “Kalau masalah air saja tidak teratasi, bagaimana bisa mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya?” ujarnya.

Warga Aceh Tamiang berharap pemerintah daerah dan pusat dapat bersikap tanggap, tanggon, dan trengginas dalam menyikapi potensi banjir ke depan. Mereka meminta agar pembangunan drainase menjadi prioritas, demi melindungi permukiman, menjaga kualitas infrastruktur jalan, serta menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat di masa mendatang. (##)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *