MEDAN | news1kabar.com
Polemik dugaan tindakan kekerasan dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Medan terus menuai sorotan publik. Tokoh Pemuda Kecamatan Medan Denai, Abdillah Padang, S.H, secara tegas meminta Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kecamatan Medan untuk segera mengambil langkah serius dengan mengevaluasi bahkan menghentikan kemitraan dengan Yayasan Rang Minang Asli.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya video dugaan kekerasan fisik terhadap seorang pekerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Medan Denai.
Abdillah Padang menilai peristiwa yang beredar luas di media sosial telah mencederai nilai kemanusiaan serta prinsip perlindungan tenaga kerja dalam program sosial pemerintah.
Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak boleh diwarnai tindakan intimidasi maupun kekerasan di lingkungan kerja.
>”Program negara harus dijalankan secara profesional dan berperikemanusiaan. Jika benar ada tindakan kekerasan, maka tidak boleh ada pembiaran. Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kecamatan Medan Denai wajib bersikap tegas,”Kami meminta Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kecamatan Medan Denai segera menghentikan kerja sama apabila ditemukan pelanggaran etik maupun hukum. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program kemanusiaan, bukan ruang intimidasi,””Kami mendukung penuh program pemerintah, tetapi pelaksanaannya harus bersih, transparan, dan manusiawi. Marwah program harus dijaga,”< katanya.
Sementara itu, pihak Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kecamatan Medan Denai diketahui tengah melakukan pengumpulan data dan fakta melalui koordinasi internal bersama pihak-pihak terkait guna menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Rang Minang Asli belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang berkembang di tengah masyarakat.(inn0101/news1kbr/m-40)












