Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

Emil Pane Pertanyakan Keberadaan Foto 3 Pengurus DPC PDIP Kota Medan bersama MPI di Kantor SPPG MBG Medan Maimun

90
×

Emil Pane Pertanyakan Keberadaan Foto 3 Pengurus DPC PDIP Kota Medan bersama MPI di Kantor SPPG MBG Medan Maimun

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Kader akar rumput Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kecamatan Medan Amplas, Emil Pane mempertanyakan keberadaan 3 Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Medan masing-masing Boydo Panjaitan, Fuad Akbar dan Fitriani Manurung dalam foto bersama Jajaran Pengurus Matahari Pagi Indonesia (MPI) yang terpampang di Jalan Pemuda Nomor : 7, Medan. Dalam foto tersebut berisi ucapan selamat atas Pelantikan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Matahari Pagi Indonesia (MPI).

Uniknya, foto ucapan selamat dari Matahari Pagi Indonesia (MPI) berdiri megah di gedung yang juga merupakan Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Dahnil Anzar Simanjuntak diketahui sebagai Politisi Partai Gerindra dan tengah menjabat Wakil Menteri.

Sementara itu, Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sempat dilantik sebagai Sekretaris dan Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan. Sementara Fitriani Manurung dilantik sebagai salah satu Wakil Ketua. Namun hingga kini Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Medan belum dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

“Foto tersebut menjadi salah satu bukti disamping link berita Pelantikan Pengurus Matahari Pagi Indonesia (MPI) Kota Medan bahwa ketiganya adalah Pengurus Matahari Pagi Indonesia (MPI). Mereka bisa saja berdalih sudah mengundurkan diri atau bersaksi bahwa MPI tidak terafiliasi dengan partai politik. Itu sah-sah saja sebagai pembelaan diri mereka. Tetapi faktanya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dipastikan telah memiliki informasi akurat tentang siapa kader yang punya loyalitas dan tegak lurus kepada Ibu Mega,” kata Emil Pane kepada wartawan, Selasa (07/04/2026).

Emil Pane mengaku dirinya secara pribadi semakin mengagumi sosok Ibu Megawati sebagai pemimpin partai yang memiliki kepekaan tajam terhadap dinamika partai hingga ke tingkat akar rumput, termasuk yang terjadi di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Medan.

Ia menyebut Ibu Megawati telah mendapatkan informasi utuh tentang sikap ketua terpilih Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Medan Hasyim dan ketua terpilih Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rapidin Simbolon yang tidak tegak lurus menjalankan perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Dimana keduanya tidak mengakomodir dua nama yang direkomendasi sebagai personalia yakni Robi Barus dan David Roni Sinaga dalam struktur kepengurusan.

Sikap Hasyim sebagai ketua terpilih yang tidak bersedia mengakomodir Robi Barus dan David Roni menjadi Sekretaris dan Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dikarenakan pemahamannya dalam berorganisasi di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan masih kurang.

“Hasyim memaknai sebagai ketua terpilih memiliki hak prerogatif untuk memilih sekretaris dan bendaharanya. Yang bersangkutan ini tidak faham bahwa hak prerogatif hanya dimiliki oleh Ketua Umum Ibu Megawati,” kata Emil Pane.

Karena pemahaman berpartai di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang masih kurang itulah maka Rapidin Simbolon dan Hasyim sampai berani melakukan pelantikan Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sebagai Sekretaris dan Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Mereka berdua beranggapan memiliki hak prerogatif melantik sekretaris dan bendahara meski tidak ada Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Keduanya ini terus terang berani berbuat konyol karena memang rekam jejaknya bukan termasuk kategori pejuang tetapi lebih masuk kategori penikmat. Mereka masuk partai ini belakangan dengan membonceng nama tertentu dan langsung masuk pengurus teras. Dengan latar belakang seperti itu maka wajar bila mereka kurang memperhatikan atau menomorduakan tentang loyalitas, militansi apalagi solidaritas kader,” papar Emil Pane.

Inilah yang menjadi dasar mengapa kader akar rumput dan militan PDIP Medan terus melakukan aksi penolakan. Kita sudah menyurati Dewan Pimpinan Pusat (DPP) berulangkali dan aksi ini didukung para senior senior partai yang ikut prihatin dengan cara-cara kepemimpinan Rapidin dan Hasyim.

Dinamika yang ada ini tentu termonitor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sehingga Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga kini belum dikeluarkan.

Ditanya soal harapan kader akar rumput kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP), disebut Emil Pane, pertama kami mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang telah memahami dinamika yang tidak sehat dalam kepemimpinan Rapidin Simbolon dan Hasyim sehingga sampai saat ini tidak mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Medan.

Kedua, kami kader akar rumput anak-anak Ibu Megawati sangat yakin Ibu sudah punya cara dan kebijakan yang paling pas sesuai kebutuhan Partai untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan kita semua akan tegak lurus dengan keputusan Ibu Megawati sesuai hak prerogatif yang dimilikinya, bukan gak prerogatif Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) atau Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Ketiga, andaikan Ibu Megawati ingin mengetahui suara hati anak-anak Ibu diakar rumput maka inilah suara kami Konfercab ulang dan tinjau ulang Rapidin Simbolon serta Hasyim sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC).(inn0101/news1kbr/sp-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *