Berita TerkiniKriminal dan hukumOpini / Feature

Akun Facebook Palsu Catut Nama, Ketua Demokrat Aceh Tenggara Jadi Korban Transfer Rp200 Ribu

184
×

Akun Facebook Palsu Catut Nama, Ketua Demokrat Aceh Tenggara Jadi Korban Transfer Rp200 Ribu

Sebarkan artikel ini

Aceh Tenggara – news1kabar.com ksi penipuan bermodus pencatutan identitas kembali terjadi di media sosial. Sebuah akun Facebook palsu menggunakan foto dan nama Muhammad Saleh Selian untuk meminta uang kepada sejumlah orang.

Korban terakhir diketahui adalah Arief Prianta, Ketua Partai Demokrat Aceh Tenggara.

Peristiwa itu terjadi pada 9 Februari 2026 sekitar pukul 23.41 WIB. Berdasarkan kronologis yang disampaikan, pelaku menghubungi korban melalui akun Facebook palsu yang menggunakan identitas lengkap serta foto asli korban pencatutan nama.

Dalam percakapan tersebut, pelaku meminta uang dengan alasan tertentu dan kemudian mengirimkan nomor rekening untuk ditransfer.

Adapun nomor rekening yang dikirimkan yakni:

9820 9695 30
Atas nama Ridho Azehar Selian

Berdasarkan bukti transaksi yang beredar, korban sempat mentransfer uang sebesar Rp200.500 ke rekening tersebut.

“Saya tegaskan akun itu palsu. Selama ini kalau ada yang meminta-minta uang melalui akun tersebut, itu bukan saya,” tegas Muhammad Saleh Selian dalam klarifikasinya.

Ia mengaku awalnya enggan mempermasalahkan persoalan ini. Namun karena sudah ada korban dan nama baiknya tercemar, ia memutuskan untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

“Saya curiga pelakunya orang yang kenal dengan saya. Tapi saya tetap menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH) sebagai langkah untuk membersihkan nama baik sekaligus mencegah munculnya korban lain.

Ia juga berharap pelaku segera menghentikan aksinya dan meminta maaf sebelum proses hukum berjalan lebih jauh.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap akun media sosial yang meminta uang atau transfer dana, serta melakukan verifikasi langsung sebelum mengirimkan dana.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa modus pencatutan identitas di media sosial masih marak terjadi dan kerap memanfaatkan kedekatan personal untuk meyakinkan korban.

“Saya minta tolong kepada masyarakat untuk membantu menyebarkan informasi ini agar tidak ada korban berikutnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *