Jakarta | News1kabar.com
Arief Martha Rahadyan mengucapkan Selamat Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU). Ia berharap NU terus memainkan peran historis dan strategis dalam mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban yang adil, inklusif, dan bermartabat.
Moderasi Islam yang dikembangkan NU selama satu abad merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan demokrasi, persatuan nasional, serta stabilitas sosial Indonesia yang majemuk. NU telah membuktikan diri sebagai institusi keagamaan dan sosial yang mampu merawat harmoni antara agama, budaya, dan kebangsaan.
Sejak berdiri pada 1926, NU menjalankan fungsi historis dan sosiologis yang konsisten dalam mengintegrasikan nilai keislaman, tradisi lokal, dan komitmen kebangsaan. Kontribusinya tidak hanya terlihat dalam perjuangan kemerdekaan, tetapi juga dalam penguatan kohesi sosial dan ketahanan bangsa,” ujar Arief.
Ia menilai NU sebagai contoh nyata institusi keagamaan yang berhasil mentransformasikan nilai-nilai teologis menjadi praksis sosial yang konstruktif, adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap berakar pada kearifan Nusantara.
Memasuki abad kedua, Arief mendorong NU untuk semakin mengambil peran strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia, moderasi beragama, dan ketahanan sosial. NU dinilai memiliki modal sosial yang besar untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengentasan kemiskinan berbasis komunitas, serta penguatan ekonomi umat yang inklusif.
NU merupakan mitra utama negara dalam memperkuat literasi keagamaan yang moderat, pengembangan pesantren sebagai pusat unggulan pendidikan dan kewirausahaan, serta pendampingan masyarakat dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan globalisasi,” tambahnya.
NU sebagai penjaga moral bangsa dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkas Arief Martha Rahadyan.












