Berita TerkiniKriminal dan hukumOpini / Feature

Lampu Jalan Mati Berbulan-bulan, Jalan Berlubang Terus Makan Korban: Masyarakat Subulussalam Lontarkan Kritik Keras terhadap Kepemimpinan Rabbani

478
×

Lampu Jalan Mati Berbulan-bulan, Jalan Berlubang Terus Makan Korban: Masyarakat Subulussalam Lontarkan Kritik Keras terhadap Kepemimpinan Rabbani

Sebarkan artikel ini

Subulussalam –news1kabar.com. Kondisi fasilitas umum di Kota Subulussalam dinilai semakin memprihatinkan dan memicu keresahan masyarakat. Selama kepemimpinan Wali Kota Subulussalam Rabbani, persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati berbulan-bulan serta kerusakan jalan berlubang yang tidak ditangani secara maksimal terus menjadi keluhan utama warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan, banyak lampu penerangan jalan tidak berfungsi di hampir seluruh wilayah kota, mulai dari Kecamatan Subulussalam Barat hingga Penanggalan. Akibatnya, sejumlah ruas jalan utama tampak gelap gulita pada malam hari. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan karena jarak pandang terbatas serta meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal.

“Lampu jalan sudah lama mati, tapi tidak pernah benar-benar diperbaiki. Selama kepemimpinan Rabbani, masalah ini terus berulang,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Selain penerangan jalan, kondisi jalan berlubang juga menuai sorotan tajam. Di beberapa titik, khususnya kawasan Sikalondang, kerusakan jalan dinilai semakin membahayakan keselamatan pengendara. Upaya penambalan yang dilakukan Pemerintah Kota Subulussalam belakangan ini justru menuai kritik karena dianggap asal-asalan dan tidak memenuhi standar keselamatan.

Tokoh masyarakat Subulussalam, Busin, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur jalan tidak boleh dilakukan secara serampangan. Menurutnya, selama kepemimpinan Rabbani, perbaikan jalan cenderung bersifat tambal sulam dan tidak menyelesaikan persoalan mendasar.

“Penambalan jalan jangan hanya formalitas. Ini menyangkut nyawa masyarakat. Dua hari lalu sudah ada korban terjatuh ke lubang jalan yang belum ditambal oleh Pemko Subulussalam. Ini bukti pekerjaan tidak berkualitas,” tegas Busin.

Ia menilai, peristiwa tersebut seharusnya menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Kota Subulussalam. Jika pola kerja seperti ini terus dibiarkan, Busin khawatir jumlah korban kecelakaan akan terus bertambah.

“Selama kepemimpinan Rabbani, keluhan soal jalan rusak dan lampu mati selalu muncul, tetapi solusi nyata sangat minim. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan warga,” tambahnya.

Masyarakat menilai lemahnya pengawasan serta perencanaan menjadi penyebab utama buruknya kualitas infrastruktur kota. Warga juga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran publik demi kepentingan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Kini, warga Subulussalam mendesak Pemerintah Kota, khususnya di bawah kepemimpinan Rabbani, agar segera mengambil langkah konkret dan menyeluruh. Perbaikan lampu penerangan jalan serta pembangunan dan perbaikan jalan dengan kualitas layak dinilai sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar janji politik.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Subulussalam belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik keras yang disampaikan masyarakat. Publik pun menunggu, apakah keluhan yang terus berulang ini akan dijawab dengan tindakan nyata atau kembali dibiarkan hingga kembali memakan korban.

Redaksi 1kabar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *