Berita TerkiniInternasionalKesehatanOpini / Feature

LIRA Aceh Tenggara Soroti Kinerja KorWil MBG, Saleh Selian: “Jangan Khianati Program Presiden

147
×

LIRA Aceh Tenggara Soroti Kinerja KorWil MBG, Saleh Selian: “Jangan Khianati Program Presiden

Sebarkan artikel ini

Aceh Tenggara – news1kabar.com Polemik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh Tenggara kembali memanas. Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, M. Saleh Selian, melontarkan kritik keras terhadap Koordinator Wilayah (KorWil) MBG setempat yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Menurut Saleh Selian, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sangat bergantung pada integritas dan tanggung jawab Koordinator Wilayah di daerah.

“Barometer keberhasilan MBG itu ada di tangan KorWil. Kalau ada menu dapur SPPG yang tidak sesuai standar, lalu KorWil menghilang dan bungkam, itu bentuk pengkhianatan terhadap amanah negara, bahkan terhadap Presiden,” tegas Saleh dalam keterangannya, Selasa (25/2/2026).

Menu Diprotes, KorWil Dinilai Bungkam
Saleh mengungkapkan, jauh hari sebelumnya sudah banyak sekolah di Aceh Tenggara yang memprotes menu dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Beberapa keluhan yang mencuat di antaranya makanan basi, buah yang tidak layak konsumsi, hingga ukuran buah yang dinilai tidak pantas.

Puncaknya, pada Senin (23/2/2026), wali murid SMPN 1 Kutacane mengembalikan paket menu dapur SPPG Terimal Terpadu untuk tiga hari sekaligus. Dalam paket tersebut disebutkan tidak terdapat susu dan buah sebagaimana standar gizi yang seharusnya dipenuhi.

“Publik tidak pernah diperkenalkan siapa sebenarnya KorWil MBG di Aceh Tenggara. Sangat tertutup. Padahal dia yang bertanggung jawab penuh mengawasi standar alat omprengan dan kualitas menu sesuai aturan BGN,” ujar Saleh.

Desak BGN Evaluasi dan Copot KorWil
LIRA Aceh Tenggara secara tegas meminta Badan Gizi Nasional untuk tidak ragu mengevaluasi bahkan memberhentikan Koordinator Wilayah MBG jika terbukti lalai.

“Program MBG ini cita-cita mulia pemerintah untuk anak-anak sekolah, khususnya dari keluarga kurang mampu. Tapi kalau di lapangan banyak masalah dan KorWil tidak mampu menyelesaikan, maka harus dievaluasi. Baik buruknya MBG di mata publik ada di tangan KorWil,” tegasnya.

Saleh juga menyoroti informasi yang beredar bahwa KorWil diduga ikut mencampuri urusan dapur SPPG, termasuk mengarahkan tempat belanja bahan baku. Hal ini, menurutnya, harus ditelusuri agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.

“Terdengar kabarnya KorWil MBG Aceh Tenggara berinisial SANTI. Namun saat polemik terjadi, tidak pernah muncul memberi klarifikasi. Jika benar tidak menjalankan fungsi pengawasan, maka itu berarti menghambat program negara,” tambahnya.

Program Mulia Jangan Tercoreng
Saleh menegaskan, LIRA mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap generasi masa depan. Namun ia mengingatkan, pelaksanaan di daerah harus transparan, profesional, dan sesuai standar.

“Jangan sampai program yang baik ini tercoreng hanya karena kelalaian oknum. Jika baik, berarti KorWil amanah. Jika buruk dan penuh masalah, berarti ada yang tidak beres dalam pengawasan,” tutup Saleh Selian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Koordinator Wilayah MBG Aceh Tenggara belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai protes dan tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.

Red//Mr Padank

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *