Berita Terkini

Peringati Hari Amal Bakti ke-80, Rico Waas Ajak Perkuat Kerukunan Umat di Era Digital

33
×

Peringati Hari Amal Bakti ke-80, Rico Waas Ajak Perkuat Kerukunan Umat di Era Digital

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Pagi itu, Asrama Haji Medan di Jalan AH. Nasution tidak sekadar menjadi ruang upacara. Di bawah langit, Sabtu (03/01/2026) yang cerah, deretan peserta berdiri rapi, seragam mereka menyatu dengan aura pengabdian. Ada ketenangan, ada kebanggaan, dan ada kesadaran akan perjalanan panjang yang telah dilalui. Hari itu, Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi ruang perenungan atas makna melayani umat dan bangsa.

Di tengah barisan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melangkah mantap menuju mimbar inspektur upacara. Kehadirannya bukan sekadar simbol formal, melainkan penanda kuatnya sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan Kementerian Agama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Kota Medan yang majemuk ini. Mengusung tema, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” upacara berlangsung khidmat, seolah merangkum harapan akan masa depan yang teduh di tengah dinamika zaman.

Kebersamaan terasa semakin nyata dengan hadirnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Impun Siregar, unsur Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah, serta para Guru Madrasah. Mereka berdiri dalam satu barisan semangat yang sama bahwa kerukunan bukan sekadar jargon, melainkan nilai yang harus terus dirawat melalui kolaborasi lintas elemen.

Saat membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, suara Rico Waas terdengar tegas namun reflektif. Delapan puluh tahun perjalanan Kemenag, katanya, bukan hanya tentang usia kelembagaan, tetapi tentang konsistensi menjaga nalar agama agar tetap sejalan dengan nilai kebangsaan. Kementerian Agama hadir sebagai penopang harmoni, memastikan Agama menjadi sumber kedamaian, bukan perpecahan.

Refleksi itu kian relevan ketika ia menyinggung capaian sepanjang Tahun 2025. Fondasi “Kemenag Berdampak” yang dibangun telah menunjukkan hasil nyata. Digitalisasi layanan keagamaan kini bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan yang memudahkan masyarakat pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh siapa saja.

Namun, di balik capaian tersebut, Rico Waas mengingatkan adanya tantangan besar di depan mata. Era Artificial Intelligence dan ketidak pastian global menuntut aparatur Kemenag untuk beradaptasi lebih cepat. Teknologi, tegasnya, tidak cukup hanya digunakan, ia harus dikuasai dengan kesadaran etik. Ruang digital harus diisi dengan konten keagamaan yang moderat, menyejukkan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, agar kemajuan teknologi tetap memiliki ruh ketuhanan.

Upacara pagi itu ditutup dengan sebuah optimisme. Dengan kerukunan umat sebagai fondasi, sinergi sebagai kekuatan, dan penguasaan teknologi yang beretika sebagai arah, Rico Waas yakin Indonesia dapat melangkah mantap menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat. Di Asrama Haji Medan, Hari Amal Bakti ke-80 bukan hanya diperingati tetapi dimaknai.(news1kabar.com/spl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *