Berita Terkini

PERNYATAAN SIKAP PEMBINA RELAWAN “ACEH KEMBALI SEHAT” LEMBAGA Rumoh Silaturahmi Aceh (RSA)

180
×

PERNYATAAN SIKAP PEMBINA RELAWAN “ACEH KEMBALI SEHAT” LEMBAGA Rumoh Silaturahmi Aceh (RSA)

Sebarkan artikel ini

Langsa — Pembina Relawan Aceh Kembali Sehat (AKS) Lembaga Rumoh Silaturahmi Aceh (RSA), dr. Said Syahrizal HA, M.M (Kes), menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait pelaksanaan kunjungan tahap pertama Tim Relawan AKS-RSA di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir di Aceh. Kegiatan tahap pertama tersebut telah rampung dilaksanakan pada Jumat malam, sekaligus ditutup dengan diskusi dan evaluasi bersama Tim Relawan AKS-RSA Kota Langsa.

Kunjungan kemanusiaan ini berlangsung sejak 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan agenda utama menyambungkan silaturahmi, memberikan pelayanan kesehatan, serta pengobatan gratis kepada masyarakat terdampak banjir. Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan singkat bersama Tim Relawan Pidie Jaya yang dipimpin Adnan di Trienggadeng.

Pada Rabu, 31 Desember 2025, Tim Relawan Provinsi yang terdiri dari dr. Said Syahrizal HA, M.M (Kes), M. Jaman, S.Sos., SE., MM selaku Koordinator Lapangan, serta Teuku Hasbi AR, SH selaku Koordinator Klinik Lapangan, bersilaturahmi dengan Tim Relawan AKS-RSA Aceh Timur. Kegiatan dipusatkan di Posko Gampong Matang Pudeng, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, dan disambut langsung oleh Keuchik setempat, Muhammad Yusuf, bersama para relawan.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada 54 orang warga, baik yang datang langsung ke posko maupun melalui kunjungan ke rumah pasien. Posko Gampong Matang Pudeng juga diizinkan sementara sebagai Posko Relawan AKS-RSA sekaligus ruang diskusi program lanjutan, khususnya rencana jangka panjang pengembangan daerah sebagai Gampong Binaan RSA menuju Gampong Mandiri dan Teladan.

Usai makan siang bersama, Tim Relawan Provinsi melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Tamiang dan tiba pada malam hari di kediaman purnawirawan TNI, Zul Safrie, di Gampong Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed. Kedatangan tim disambut oleh Relawan AKS-RSA Aceh Tamiang yang dikoordinatori Samsul Bahri (Datok), yang juga merupakan kandidat Keuchik Gampong Tualang Cut.

Di lokasi tersebut, tim memperoleh fasilitas tempat istirahat dan keesokan harinya melaksanakan pelayanan kesehatan serta pengobatan gratis kepada 55 pasien di Depot Obat “Haikal”, yang sekaligus difungsikan sebagai Posko Relawan AKS-RSA sementara.

Selain pelayanan di posko, relawan juga melakukan kunjungan ke sejumlah rumah warga yang sedang sakit guna memastikan kebutuhan penanganan lanjutan dan rujukan medis. Pada 1 Januari 2026, Tim Relawan Provinsi melanjutkan perjalanan ke Kota Langsa untuk berdiskusi dengan Tim Relawan setempat, sebelum bertolak menuju Bireuen. Namun, agenda pertemuan di Bireuen terpaksa dibatalkan karena kondisi tertentu. Dalam perjalanan kembali, tim kembali singgah ke Posko Gampong Matang Pudeng untuk menangani beberapa pasien yang sebelumnya belum sempat diperiksa. Seluruh rangkaian kegiatan tahap pertama berakhir dengan kepulangan Tim Relawan Provinsi ke Posko Utama Banda Aceh pada 3 Januari 2026 menjelang subuh.

Dalam pernyataan sikapnya, Pembina RSA menyampaikan sejumlah catatan penting. Di antaranya, belum efektifnya fungsi pengurus relawan di tingkat provinsi, khususnya dalam hal arahan, koordinasi, komunikasi, serta administrasi. Hampir seluruh persiapan dana, pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan, hingga koordinasi lapangan, diakui masih ditangani oleh tim inti, yakni dr. Said Syahrizal, Teuku Hasbi, dan M. Jaman.

Pembina RSA juga menyoroti adanya pihak-pihak yang sejak awal pembentukan Tim Relawan AKS-RSA menyatakan kesanggupan bekerja dan melakukan lobi, namun pada praktiknya tidak memberikan kontribusi nyata. Sebaliknya, apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Tim Relawan AKS-RSA di daerah, khususnya Aceh Timur dan Aceh Tamiang, yang dinilai reaktif, sportif, dan bekerja dengan kepedulian tinggi.

Lebih lanjut disampaikan, dua gampong yang telah dikunjungi akan diupayakan untuk diproses menjadi Gampong Binaan RSA dan dikelola bersama perangkat gampong, tokoh masyarakat, pemuda, serta para pemangku kepentingan lainnya. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah nyata menuju terwujudnya gampong mandiri dan teladan.

Seiring masih besarnya kebutuhan di wilayah terdampak bencana dan adanya permintaan kunjungan kepedulian kesehatan tahap kedua, Pembina RSA menyatakan akan meninjau ulang keberadaan anggota Tim Relawan AKS-RSA. Revisi dan perubahan struktur organisasi akan dilakukan guna mempersiapkan kunjungan tahap berikutnya. Nama-nama yang tercantum dalam SK namun tidak menunjukkan kontribusi nyata akan diganti melalui SK revisi.

Menutup pernyataannya, dr. Said Syahrizal menegaskan bahwa bencana tidak boleh hanya dijawab dengan konsep dan retorika, melainkan kerja nyata dan kepedulian tulus. Ia mengajak seluruh pihak yang memiliki kemampuan dan hati nurani untuk tetap bersama dalam proses pengabdian selanjutnya demi masyarakat Aceh yang terdampak bencana. (Zs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *