ASAHAN — Tanggul Sungai Asahan kembali jebol dan menyebabkan sejumlah rumah warga terendam banjir. Peristiwa ini terjadi di Dusun I Desa Ofa Padang Mahondang, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.
Beberapa rumah yang terdampak banjir diketahui milik Syahrial Harahap, Abdul Karim, Selamat, Cane, serta Hasan Basri. Meski air di dalam rumah mulai surut, kondisi di sekitar permukiman masih memprihatinkan.
“Ini sudah hari kedua. Air di dalam rumah memang mulai surut, tapi di luar rumah ketinggian air masih setengah lutut orang dewasa,” ujar Miko, anak dari Hasan Basri, Minggu (4/1/2026).
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul secara permanen. Pasalnya, perbaikan darurat yang dilakukan sebelumnya dinilai tidak mampu menahan derasnya luapan Sungai Asahan dan terus mengancam keselamatan warga, selain menimbulkan kerugian materi serta risiko gangguan kesehatan.
Secara terpisah, Kepala Desa Ofa Padang Mahondang, Zulfirman Siagian, menjelaskan bahwa banjir yang merendam rumah dan lahan pertanian warga disebabkan jebolnya kembali tanggul yang sebelumnya diperbaiki secara darurat.
“Air sungai naik hingga mencapai sekitar tiga meter. Tanggul darurat tidak mampu menahan derasnya arus, sehingga air menggenangi rumah-rumah dan lahan pertanian warga,” kata Zulfirman.
Ia menyebutkan, tanggul yang jebol tersebut berada di jalur penghubung Dusun IV (Bendo) Desa Ofa Padang Mahondang. Tanggul itu rusak sejak banjir besar pada Desember 2024 lalu dan sempat diperbaiki secara gotong royong menggunakan karung berisi tanah dan pasir, serta bambu sebagai pagar pembatas sungai. Namun, perbaikan sementara tersebut hanya mampu bertahan sekitar satu tahun.
“Pemerintah desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan agar tanggul diperbaiki secara permanen, tetapi hingga kini belum terealisasi,” ungkapnya.
Zulfirman juga mengungkapkan bahwa saat banjir sebelumnya, pemerintah desa telah mengalokasikan dana desa (DD) sebesar Rp30 juta untuk penanggulangan bencana alam. Dana tersebut digunakan untuk melanjutkan perbaikan tanggul selama delapan hari serta pembelian bambu pagar pembatas sungai.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Asahan, Irwan Lumumba, menanggapi jebolnya kembali tanggul Sungai Asahan di desa tersebut. Ia menilai pemerintah provinsi semestinya bertindak cepat melakukan perbaikan permanen.
“Perbaikan darurat sifatnya hanya sementara dan terbukti tidak bertahan lama. Jika tidak segera ditangani secara permanen, risiko ke depan akan jauh lebih besar. Bukan hanya rumah warga, tetapi juga lahan pertanian masyarakat bisa terendam,” tegasnya.
Mantan Kepala Desa Ofa Padang Mahondang selama lima periode itu juga berharap, meskipun perbaikan permanen belum dapat dilakukan, setidaknya pemerintah provinsi maupun kabupaten dapat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir.
“Bantuan itu tentu sangat membantu meringankan beban warga yang sedang tertimpa musibah,” pungkas politisi Partai NasDem dari Dapil IV Asahan tersebut. (##)












