Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

Tuding Pelantikan Sekretaris dan Bendahara DPC PDIP Kota Medan Ilegal, Pengurus PAC PDIP Empat Kecamatan Minta Konfercab Ulang

45
×

Tuding Pelantikan Sekretaris dan Bendahara DPC PDIP Kota Medan Ilegal, Pengurus PAC PDIP Empat Kecamatan Minta Konfercab Ulang

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Puluhan Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa menolak penetapan Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar menjadi Sekretaris dan Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Periode 2025-2030. Keduanya disebut tidak pantas duduk sebagai pengurus partai karena terindikasi menjadi anggota Matahari Pagi Indonesia (MPI) yang terafiliasi dengan partai politik lain, Jumat (09/01/2026).

Selain itu, tidak masuknya nama Robi Barus dan David Roni Sinaga distruktural Dewan Pimpinan Cabang (DPC) disebut sebagai pembangkangan yang dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Rapidin Simbolon dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hasyim. Sebab kedua nama tersebut telah ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai personalia mendampingi Hasyim.

“Kami mensinyalir pelantikan yang dilakukan hari ini yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kepada Boydo dan Fuad adalah ilegal. Patut yang diduga pelantikan ini dipaksakan tanpa ada Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” tegas Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kecamatan Medan Tuntungan, Roges Ginting dalam orasinya di depan Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Djamin Ginting, Medan, Jumat (09/01/2026).

Ia menyesalkan sikap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) terpilih yang terkesan arogan dengan tidak memasukkan nama Robi Barus dan David Roni Sinaga. Arogansi itu kini memunculkan kondisi yang tidak kondusif di internal kader khususnya akar rumput.

Sementara itu Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kecamatan Medan Baru, Jumbo Ginting menyatakan kekecewaannya dengan pemaksaan pelantikan yang belum jelas dasarnya.

“Kami bermohon kepada Ibu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri untuk memberikan perhatiannya kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan. Ibu selalu mengingatkan kami anak-anaknya untuk tidak takut bicara. Dan inilah suara anak-anak ibu, mohon berkenan menginstruksikan Konfercab ulang Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan,” tegas Jumbo Ginting.

Hal senada ditegaskan Wakil Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kecamatan Medan Barat, Tongam Manullang dan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kecamatan Medan Marelan, Nurmahadi yang menegaskan aksi massa demonstrasi mereka adalah aksi damai sebagai bentuk kecintaan terhadap partai.

“Tolong Pak Rapidin Simbolon dan Pak Hasyim hentikanlah permainan politik yang tidak menciptakan kebersamaan dan kegotong royongan. Jangan kedepankan arogansi tetap mari sama-sama kita bangun soliditas,” ucap Tongam Manullang.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kecamatan Medan Marelan, Nurmahadi menegaskan aksi massa demonstrasi yang mereka lakukan adalah demi tegaknya demokrasi di partai dan aturan. Jika aksi massa demonstrasi tidak ditanggapi para kader merencanakan aksi massa demonstrasi ke Dewan Pimpinan Pusat.

Aksi massa demonstrasi berjalan damai diwarnai menyanyikan lagu hymne dan mars partai. Sayangnya aksi puluhan kader tidak ditanggapi sama sekali oleh Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) meski Rapidin Simbolon saat itu berada di Kantor. Karena tidak ditanggapi meski telah menunggu hampir 2 jam akhirnya massa membubarkan diri.(news1kabar.com/sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *