Berita TerkiniOpini / Feature

Menelusuri Jejak Leluhur Marga Padang, Berutu, dan Solin, Berakar dari India Selatan hingga Pakpak Simsim

286
×

Menelusuri Jejak Leluhur Marga Padang, Berutu, dan Solin, Berakar dari India Selatan hingga Pakpak Simsim

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ahmad Padang (Ketua Umum Sortagiri)

Pakpak Bharat–news1kabar.com. Marga Padang, Berutu, dan Solin dikenal sebagai tiga marga besar dalam masyarakat Suku Pakpak, khususnya di wilayah Suak Simsim. Ketiganya bahkan disebut sebagai marga dengan jumlah keturunan terbanyak di komunitas Pakpak hingga saat ini.

Berdasarkan penelusuran sejarah dan silsilah, leluhur ketiga marga ini berasal dari sepasang tokoh bernama Khada dan Lona yang diyakini datang dari India Tondal atau India Selatan. Keduanya berlayar ke Pulau Sumatera dan pertama kali mendarat di kawasan Muara Tapus, Barus

“Dari Barus, perjalanan leluhur kami berlanjut ke berbagai wilayah yang kini menjadi situs cagar budaya Pakpak,” ujar Ahmad Padang, Ketua Umum Sortagiri.

Khada dan Lona kemudian berpindah bersama putranya, Hyang ke Sigiring-Giring, wilayah perbatasan Suak Simsim dan Mbungus Kelasen yang kini dikenal sebagai situs budaya bersejarah. Di masa berikutnya, Hyang menikah dengan Rias Mbulan dari Barus dan menetap di Pinagar, kawasan perbatasan Simsim dan Manduamas Kelasen.

Dari pernikahan tersebut, lahir delapan anak, tujuh laki-laki dan satu perempuan, yakni Haji, Perbaju Bigo, Rangga Jodi, Mpu Bada, Raja Pako, Bata, Sangir serta Suari

Putra sulung Hyang, Haji yang dikenal sebagai Raja Prube Haji kemudian menikah dengan Tandeen Mbulan dari Barus dan menetap di Banu Harhar, kawasan perbatasan Simsim dengan Keppas, Pegagan, dan Toba. Dari garis inilah lahir tiga tokoh penting yang menjadi cikal bakal marga besar Pakpak.

Ketiga anak Raja Prube Haji tersebut adalah Soritandang Sorigigi dan Punguten Sori. Dari merekalah kemudian lahir Marga Padang, Berutu, dan Solin yang hingga kini menyebar luas di Tanah Pakpak.

Dalam perkembangannya, Suak Simsim juga menerima kedatangan berbagai marga Pakpak dari suak lain seperti Manik, Banurea, Bancin, Boangmenalu, Tumangger, Maharaja, dan Sinamo. Selain itu, hadir pula marga afiliasi Pakpak seperti Kesogihen, Cibro, Sitakar, Tinendung, Padang Batanghari, Kabeaken, dan Lembeng, serta marga dari suku lain seperti Situmorang, Sinaga, Pandiangan, Munthe, Sagala, dan Tindaon.

Seluruh marga yang datang kemudian tersebut diterima dengan status Rading atau Ndiangkip terhadap Marga Padang, Berutu, dan Solin di Suak Simsim.

Ketiga marga ini kemudian dikenal dengan sebutan SORTAGIRI, singkatan dari Soritandang, Sorigigi, dan Punguten Sori.

“Semoga nilai luhur Pakpak Mertampuk Bulung Merbenna Sangkalen Janah Mersidasa Ugasen terus terjaga dan membumi di Tanah Pakpak Silima Suak,” tutup Ahmad Padang.

Njuah-njuah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *