Minahasa Utara |1Kabar.Com
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII bergerak cepat merespons insiden kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) KM Alisa di perairan Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara. Sejumlah unsur kapal dari Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII segera diterjunkan ke titik koordinat kejadian guna menyelamatkan para penumpang yang terjebak di tengah laut pada Jumat (6/2).

Langkah taktis ini diambil berdasarkan instruksi langsung Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, kepada Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D. Guna mempercepat proses penyelamatan, dua unsur kekuatan laut yakni KRI Selar-879 dan KAL Patola VIII-27 dikerahkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 25 mil laut (Nm) dari pangkalan di Bitung.
Hingga Jumat pagi, operasi penyelamatan tersebut berhasil mengevakuasi sedikitnya 14 orang ke atas geladak KRI Selar-879. Dari total korban yang diselamatkan tersebut, empat orang di antaranya merupakan warga sipil. Tim medis di lapangan memberikan perhatian khusus kepada satu korban sipil yang mengalami luka di bagian kepala untuk segera dilarikan ke fasilitas kesehatan di Manado atau Bitung.
Selain warga sipil, tercatat 10 personel TNI AL Kodaeral VIII turut menjadi bagian dari manifes yang dievakuasi. Para prajurit tersebut sedianya tengah menjalankan tugas di perairan Pulau Talise, namun saat kecelakaan terjadi, mereka secara sigap membantu mengarahkan penumpang lain ke perahu-perahu rakyat agar bisa mencapai daratan terdekat di Pulau Talise dengan aman.
Pihak Kodaeral VIII mengonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden KM Alisa tersebut. Sinergi antara unsur KRI dan bantuan swadaya dari perahu masyarakat setempat menjadi faktor kunci yang mencegah jatuhnya korban fatal dalam kecelakaan laut di wilayah Sulawesi Utara ini.
TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan ketat serta pengamanan di wilayah kerja Kodaeral VIII. Melalui kesiapsiagaan unsur Satrol, otoritas laut berupaya memberikan jaminan keselamatan maksimal bagi masyarakat maritim dan pengguna jasa transportasi laut yang melintasi perairan tersebut.
“” Aba Sitou “”












