Berita TerkiniOpini / Feature

Mengapul Manik: Jangan Jadikan Kritik Sekadar Panggung Politik, Jaga Marwah Subulussalam

101
×

Mengapul Manik: Jangan Jadikan Kritik Sekadar Panggung Politik, Jaga Marwah Subulussalam

Sebarkan artikel ini

Subulussalam – news1kabar.com. ernyataan keras datang dari Mengapul Manik terkait manuver politik Rasyd yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Ia menilai langkah-langkah yang dilakukan Rasyd lebih terkesan mencari sensasi dan popularitas ketimbang membangun kritik yang substansial terhadap jalannya pemerintahan di Kota Subulussalam.

Menurut Mengapul Manik, manuver tersebut diduga menjadi bagian dari upaya membangun modal politik menuju 2029 di Aceh Singkil, yang disebut sebagai kampung halaman Rasyd.

> “Kalau menurut pandangan saya, ini lebih kepada upaya untuk viral dan mencari panggung politik. Kritik itu boleh, tapi jangan sampai terkesan hanya demi popularitas,” ujar Mengapul Manik.

Soroti Jawaban Interpelasi Ia juga menyinggung momen saat DPRK mengundang Rasyd untuk memenuhi undangan interpelasi. Menurutnya, jawaban yang diberikan tidak menjawab substansi pertanyaan dewan.

> “Yang dipertanyakan apa, yang dijawab lain. Tidak menyentuh inti persoalan. Ini membuat publik bertanya-tanya soal kesiapan memahami persoalan pemerintahan,” tegasnya.

Mengapul Manik mencontohkan klaim Rasyd terkait pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebagai capaian kinerja pemerintah daerah. Ia menilai klaim tersebut berlebihan karena pelantikan P3K merupakan program nasional yang wajib dilaksanakan seluruh kepala daerah sesuai regulasi dan surat edaran Kementerian PAN-RB.

> “Siapa pun wali kota di Subulussalam wajib melantik P3K karena itu kebijakan nasional. Jadi jangan diklaim seolah-olah prestasi khusus,” katanya.

Dukung Audit, Tapi Tempuh Jalur Resmi
Terkait tantangan terbuka melalui siaran langsung kepada KPK, Kejaksaan, dan Polri untuk mengaudit anggaran tahun 2015–2025, Mengapul Manik justru menyatakan dukungannya terhadap transparansi.

Namun, ia menilai cara penyampaiannya kurang tepat.

> “Saya 100 persen setuju kalau mau diaudit. Transparansi itu penting. Tapi kalau memang ada dugaan kuat, kumpulkan bukti yang konkret lalu laporkan langsung ke aparat penegak hukum. Itu lebih elegan dan bermartabat,” ujarnya.

Jaga Martabat Kota Mengapul Manik juga mengingatkan agar kritik tidak sampai merendahkan harkat dan martabat para pejuang pemekaran serta tokoh-tokoh yang telah berkontribusi besar dalam membangun Kota Subulussalam.

Menurutnya, narasi yang terbangun seolah-olah menggambarkan kota tersebut sebagai daerah yang paling bermasalah di Indonesia.

> “Jangan sampai terkesan kota ini yang paling tidak becus di negeri ini. Banyak tokoh dan pejuang pemekaran yang sudah berkorban untuk berdirinya daerah ini. Marwah itu harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis namun beretika, serta menjadikan perbedaan pandangan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *