Subulussalam –news1kabar.com Polemik pembagian bantuan bagi korban banjir di Desa Jabi-Jabi kembali menjadi sorotan publik. Bantuan yang disebut-sebut berasal dari Baitul Mal Aceh dan disalurkan melalui Baitul Mal Kota Subulussalam itu menuai beragam pertanyaan dari masyarakat terkait mekanisme dan transparansi penyalurannya.
Berdasarkan informasi yang berkembang di tengah warga, bantuan untuk korban banjir tersebut berjumlah 35 paket. Isi paket disebutkan terdiri dari kompor, rice cooker merek Cosmos, mukena, sarung, serta perlengkapan kebutuhan lainnya.
Namun, di tengah proses penyaluran, muncul aspirasi dan pertanyaan dari masyarakat yang menilai pembagian bantuan belum sepenuhnya transparan. Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain mekanisme penetapan penerima, ada atau tidaknya musyawarah desa secara terbuka sebelum pembagian, serta dasar penentuan skala prioritas penerima bantuan.
Tak hanya itu, beredar pula informasi yang menyebutkan bahwa masing-masing perangkat desa menerima satu unit rice cooker dan satu unit kompor. Informasi ini sontak memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat, terutama bagi warga terdampak banjir yang merasa belum memperoleh bantuan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang beredar, Kepala Baitul Mal Kota Subulussalam, Andika, menyampaikan bahwa jumlah bantuan yang tersedia memang hanya 35 paket. Dengan jumlah tersebut, pembagian secara merata kepada seluruh warga terdampak dinilai tidak memungkinkan. Karena itu, kebijakan teknis penyaluran disebut diserahkan kepada pihak desa.
Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk meminta klarifikasi resmi dari Pj Kepala Desa Jabi-Jabi terkait proses musyawarah dan pengambilan keputusan, kriteria prioritas penerima, hingga daftar nama penerima bantuan secara rinci.
Masyarakat berharap adanya penjelasan terbuka agar polemik tidak semakin melebar dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan bantuan sosial tetap terjaga. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci utama untuk meredam isu serta menjaga kondusivitas di tengah warga yang masih berupaya bangkit pasca banjir.Redaksi: news1kabar.com












