Berita TerkiniKriminal dan hukumOpini / Feature

Proyek Box Culvert Makmur Jaya Disorot, Harapan Besar Warga Kini Berubah Jadi Kekecewaan

137
×

Proyek Box Culvert Makmur Jaya Disorot, Harapan Besar Warga Kini Berubah Jadi Kekecewaan

Sebarkan artikel ini

Subulussalam–news1kabar.com.  Polemik proyek pembangunan box culvert di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, kian memanas. Kritik masyarakat tak hanya menyoroti kualitas fisik bangunan yang dinilai asal jadi, tetapi juga menyeret persoalan kepercayaan terhadap kepemimpinan Kepala Desa Nur Ais.

Sejumlah warga menyebut, struktur bangunan box culvert terlihat tidak presisi dan urugan tanah di sekitarnya diduga tidak dipadatkan maksimal. Kondisi itu dikhawatirkan rawan amblas saat musim hujan atau ketika dilintasi kendaraan berat.

“Ini menyangkut keselamatan orang banyak. Jangan sampai nanti ada korban baru sibuk diperbaiki,” ujar salah seorang warga.

Dulu Didukung Penuh, Kini Dipertanyakan
Kekecewaan warga semakin terasa karena besarnya harapan yang pernah diberikan kepada Nur Ais. Masyarakat Makmur Jaya dikenal sangat solid mendukungnya saat Pilkades. Bahkan, menurut cerita warga, kala itu perwakilan masyarakat sempat berupaya menyuarakan aspirasi hingga berharap perhatian pemerintah pusat, termasuk di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, agar desa mereka mendapat perhatian lebih.

Harapan masyarakat sederhana: Nur Ais mampu membawa Desa Makmur Jaya menjadi lebih baik dari sebelumnya, dengan pengelolaan dana desa yang transparan dan pembangunan yang berkualitas.

Namun kini, sebagian warga merasa harapan itu berbalik menjadi kekecewaan. Mereka menilai kepemimpinan yang dulu didukung penuh justru tengah diuji oleh persoalan proyek yang dipermasalahkan publik.

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Mencuat Selain soal mutu pekerjaan, isu dugaan penyimpangan dana desa mulai mencuat di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan besaran anggaran proyek box culvert, sumber dana, serta siapa pelaksana teknisnya. Tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi semakin memperkuat kecurigaan publik terkait transparansi.

“Dulu kami perjuangkan beliau supaya desa ini maju. Sekarang kami justru kecewa kalau benar ada dugaan korupsi dana desa,” ungkap seorang tokoh masyarakat.

Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas tudingan yang berkembang di tengah warga dan belum ada putusan hukum tetap.

LSM Desak Audit dan Penegakan Hukum
Ketua DPD LSM Capa Kota Subulussalam, Salman, meminta agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit teknis dan audit anggaran secara menyeluruh.

Ia mendorong Unit Tipikor Polres Subulussalam, Kejaksaan Negeri Subulussalam, serta Inspektorat Kota Subulussalam untuk menindaklanjuti laporan masyarakat secara profesional dan transparan.

“Kalau memang tidak ada pelanggaran, sampaikan secara terbuka agar masyarakat tenang. Tapi kalau ada indikasi penyimpangan, proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Publik Menunggu Klarifikasi Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Makmur Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang berkembang. Masyarakat berharap klarifikasi segera disampaikan agar polemik tidak semakin liar.

Bagi warga Makmur Jaya, persoalan ini bukan sekadar proyek fisik. Ini tentang kepercayaan yang pernah mereka berikan sepenuh hati  dan kini sedang dipertaruhkan.

[Redaksi;news1kabar.comSyahbudinPadang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *