Internasional

PM Malaysia Kecam Penangkapan Maduro oleh AS: Preseden Berbahaya, Langgar Hukum Internasional

77
×

PM Malaysia Kecam Penangkapan Maduro oleh AS: Preseden Berbahaya, Langgar Hukum Internasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta | News1kabar.com

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melontarkan kecaman keras terhadap langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memerintahkan operasi militer hingga menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Anwar menegaskan tindakan Amerika Serikat tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.

“Tindakan itu adalah penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap sebuah negara berdaulat,” tulis Anwar.

Anwar juga mendesak agar Maduro beserta istrinya yang turut ditangkap dalam operasi tersebut segera dibebaskan. Menurutnya, penangkapan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat oleh kekuatan eksternal akan menciptakan preseden berbahaya dalam tatanan global.

“Apa pun alasannya, pemecatan paksa kepala pemerintahan melalui intervensi eksternal akan mengikis batas penggunaan kekuasaan antarnegara dan melemahkan kerangka hukum internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar menekankan bahwa rakyat Venezuela berhak menentukan masa depan politik mereka sendiri, tanpa tekanan atau intervensi asing.

Berdasarkan pengalaman sejarah, perubahan kepemimpinan akibat campur tangan kekuatan luar justru kerap menimbulkan instabilitas dan penderitaan baru.

“Malaysia memandang penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara sebagai fondasi utama hubungan damai antarbangsa,” tegas Anwar.

Ia menyerukan agar penyelesaian konflik ditempuh melalui dialog, keterlibatan konstruktif, dan de-eskalasi, demi melindungi warga sipil serta membuka ruang bagi rakyat Venezuela mengejar aspirasi politiknya secara aman dan bermartabat.

Diketahui, Maduro dan istrinya ditangkap pasukan khusus Amerika Serikat dalam operasi sebelum fajar, Sabtu (3/1). Operasi itu dilaporkan disertai serangan udara ke sejumlah lokasi di dalam dan sekitar ibu kota Venezuela, Caracas.

Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya diterbangkan ke Amerika Serikat dan dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba dan senjata.

Pernyataan keras Anwar Ibrahim menambah daftar kritik internasional terhadap langkah Washington, sekaligus membuka kembali perdebatan global soal batas intervensi, kedaulatan negara, dan masa depan hukum internasional. (##)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *