Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

Cerita Polisi Mendadak Dimutasi Saat Usut Korupsi, Libatkan Pejabat Minahasa : Kini Pilih Mundur

20
×

Cerita Polisi Mendadak Dimutasi Saat Usut Korupsi, Libatkan Pejabat Minahasa : Kini Pilih Mundur

Sebarkan artikel ini

MIHANASA | news1kabar.com

Terungkap sudah kasus yang membuat Aipda. Vicky Aristo Katiandagho dimutasi. Ternyata berkaitan dengan Pemerintah. Perintah mutasi tersebut ditentang, Aipda. Vicky Aristo memilih untuk mengundurkan diri sebagai Polisi.

Aipda. Vicky Katiandagho bertugas menjadi Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal Polres Mihanasa. Bidang tugasnya meliputi perkara tindak pidana korupsi. Sebelum dimutasi, Aipda. Vicky Katiandagho sedang menangani perkara korupsi yang diduga melibatkan seorang Pejabat di Minahasa.

“Perkara yang mengundang atensi publik yaitu korupsi yang terjadi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting,” katanya dikutip dari tribunbogor.com, pada Kamis (02/04/2026).

Ia menjelaskan menemukan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tas ramah lingkungan. Aipda. Vicky Katiandagho memulai penyelidikan sejak Tahun 2021. Status kasus tersebut naik menjadi penyidikan pada 5 September 2021.

“Itu adalah program Bupati Minahasa Tahun 2020,” katanya.

Dalam penyelidikan Aipda. Vicky Katiandagho menemukan peristiwa pidana.

“Kemudian karena kami menemukan peristiwa pidana, status penyelidikan peristiwa pidana ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan perkara tindak pidana korupsi pada tanggal 5 September 2024 dimana sebelumnya kami melalui gelar perkara di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut,” katanya.

Selama proses penyidikan Aipda. Vicky Katiandagho juga sudah memeriksa sejumlah saksi. Ia bahkan tentu sudah mengumpulkan dokumen sebagai alat bukti.

“Namun saat penyidikan masih berjalan tiba-tiba tanpa saya ketahui apa sebabnya saya dimutasi ke Polres Kepalauan Talaud,” katanya.

Sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengundurkan diri. Namun Vicky tidak menjelaskan alasannya mengundurkan diri.

“Itu salah satu alasannya. Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tapi baru sekarang ACC,” katanya.

Setelah lepas dari institusi Polri, Vicky Katiandagho memilih untuk jualan kopi.

“Saya masih menikmati jualan kopi,” katanya.

Walau begitu ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Polri masih sangat tinggi.

“Sekali Bhayangkara selamanya Bhayangkara,” katanya.

Akhir bulan Maret 2026 lalu Vicky sempat memposting video ketika berjalan keluar dari gedung Polda Sulut. Ia tampak hormat lalu sujud di depan gedung.

“Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal.. tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA. I Quit,” tulisnya di media sosial.(news1kbr/mns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *