Banda Aceh/news1kabar.com
Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Aceh, Bukhari, sangat kesal terhadap pihak Angkutan Sungai, Darat dan Penyeberangan (ASDP) Aceh yang terkesan Tuli dan Tutup mata atas kekisruhan terkait penjualan tiket secara online pada kapal lambat rutee Sabang-Ulele, masalahnya masyarakat bahkan pihak DPRK Sabang sudah bermacam cara mengadu kepada pihak ASDP Aceh atas kisruh tiket online tersebut, namun sampai harini blum juga adanya niat baik, untuk mencari solusinya, padahal semua alasan dan keluhan warga khususnya di Sabang sudah capek ber koar-koar baik di media online dan media sosial lainnya.
Jadi wajar saja kalau saya katakan pihak ASDP terkesan Tuli dan tutup mata, apalagi pihak DPRK Sabang saja yg sudah macam cara dengan menyurati pihak ASDP tapi tidak ada tanggapan apapun sampai hari ini.
Maka saya berharap kepada pihak ASDP Aceh dan KSOP Sabang, segera duduk dengan pihak-pihak terkait yaitu DPRK yang mewakili masyarakat Sabang dan pihak lainnya, untuk segera adanya solusi terbaik, biar tidak lagi kita dengar keluhan para pengguna kapal lambat khusus rutee Sabang-Ulele. Ungkap Bukhari.
Dan perlu kita akui bersama bahwa semua produk secara online memang baik untuk akses cepat, tapi satu sisi kita harus lihat juga kondisi dan tempat yang harus menggunakan secara online.
Saya yakin dan percaya bapak-bapak pejabat di ASDP Aceh, sudah sangat paham untuk melihat kondisi di pelabuhan Sabang-Ulele, tidak semuanya pengguna kapal lambat dapat akses tiket kapal melalui online.
Harapan saya kepada pihak ASDP segera rubah pembelian tiket secara online ke manual, atau dibagi dua online dan manual, intinya masyarakat tidak ada keluhan lagi, karna pemerintah harus utamakan kepentingan dan kemudahan terhadap masyarakat, jangan malah dipersulit dengan kondisi yang belum semua gunakan alat canggih tersebut,” Tutup Bukhari












