Mitra | news 1Kabar.Com
Deker Mamusung (DK), memberikan klarifikasi tegas atas pemberitaan sejumlah media yang menuding dirinya menyimpan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan bahan kimia berbahaya sianida (CN) di rumah tinggalnya. Deker menilai tudingan tersebut tidak didukung fakta serta dipublikasikan tanpa konfirmasi yang utuh dan berimbang.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (15/1/2026), Deker menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai kondisi di lapangan dan berpotensi membentuk opini publik yang keliru. Ia menegaskan tidak pernah melakukan penimbunan BBM maupun penyimpanan sianida sebagaimana dituduhkan.
“Saya tegaskan, tidak pernah ada penimbunan BBM atau penyimpanan sianida di rumah saya. Narasi tentang peti atau tempat khusus di kebun itu hanyalah asumsi sepihak dan tidak pernah dikonfirmasi kepada saya,” ujar Deker Mamusung mantan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media diwajibkan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan melalui proses verifikasi. Menurutnya, asas praduga tak bersalah sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik harus menjadi pijakan utama dalam setiap pemberitaan, terutama yang menyangkut tuduhan serius dan berimplikasi hukum.
Sementara itu, awak media yang melakukan penelusuran langsung ke lokasi rumah tinggal Deker memperoleh keterangan dari sumber awal pemberitaan. Sumber tersebut mengakui bahwa dugaan muncul setelah melihat sejumlah jerigen di area teras pondok, yang kemudian diasumsikan berisi BBM.
“Awalnya kami menduga jerigen itu berisi BBM. Namun setelah dikonfirmasi langsung, Pak Deker menjelaskan bahwa jerigen tersebut kosong. Di lokasi juga tidak ditemukan BBM maupun bahan kimia berbahaya,” ungkap sumber tersebut.
Deker juga menegaskan bahwa dirinya tidak menghalangi proses hukum dan justru membuka diri untuk dilakukan pemeriksaan. Ia menyebut aparat penegak hukum telah turun langsung ke lokasi pasca isu tersebut mencuat.
“APH sudah melakukan pengecekan. Hasilnya jelas, tidak ditemukan BBM ataupun sianida seperti yang dituduhkan. Saya terbuka, siapa pun bisa datang dan melihat langsung,” katanya.
Meski demikian, Deker berharap polemik ini menjadi pembelajaran bersama, khususnya bagi insan pers, agar lebih mengedepankan prinsip konfirmasi, verifikasi, dan kehati-hatian sebelu mempublikasikan informasi.
Pers adalah pilar demokrasi. Karena itu, setiap informasi harus diuji kebenarannya agar tidak merugikan pihak mana pun dan tetap menjaga kepercayaan publik,” pungkasnya.
Aba**












