Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

InJourney Airport Catat 4,41 Juta Orang Lakukan Perjalanan Mudik Gunakan Pesawat Selama 13-21 Maret 2026 Pada H-7 Lebaran 2026

28
×

InJourney Airport Catat 4,41 Juta Orang Lakukan Perjalanan Mudik Gunakan Pesawat Selama 13-21 Maret 2026 Pada H-7 Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | news1kabar.com

Moda transportasi udara menjadi pilihan jutaan pemudik pada Lebaran Tahun 2026 ini. PT. Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mencatat sebanyak 4,41 juta orang melakukan perjalanan mudik menggunakan Pesawat selama Periode 13–21 Maret 2026 atau pada H-7 hingga H1 Lebaran 2026.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi menyampaikan angka tersebut tumbuh 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4,25 juta penumpang.

Adapun lonjakan tertinggi terjadi pada 18 Maret 2026 (H-2) dengan jumlah pemudik capai 568.964 penumpang. Sementara pada Hari Raya Idul Fitri, jumlah penumpang mencapai 397.670 orang.

“Arus mudik berjalan baik. Kami bersyukur aspek operasional dan pelayanan pada periode arus mudik secara umum dapat terjaga, berkat rencana operasi yang matang serta kolaborasi seluruh stakeholders bandara,” ujar Pahlevi dalam keterangannya dikutip dari news.batampos.co.id, Minggu (22/03/2026).

Selain penumpang, Pahlevi juga membeberkan bahwa pergerakan pesawat juga meningkat signifikan. Tercatat ada 33.099 penerbangan selama periode tersebut, naik sekitar 6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 31.240 penerbangan.

Tingginya pergerakan penumpang membuat sejumlah bandara mencatat trafik tertinggi selama arus mudik. Posisi teratas ditempati Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan 1,51 juta penumpang.

Kemudian diikuti Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebanyak 523.944 penumpang, Bandar Udara Internasional Juanda sebanyak 378.056 penumpang, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin sebanyak 283.099 penumpang, dan Bandar Udara Internasional Kualanamu sebanyak 207.661 penumpang.

Di sisi lain, tingginya permintaan perjalanan juga tercermin dari realisasi penerbangan tambahan (extra flight). Dari sekitar 2.500 permintaan, sebanyak 2.000 extra flight berhasil direalisasikan atau setara 80 persen.

“Angka ini cukup tinggi dan menunjukkan permintaan perjalanan udara yang kuat selama angkutan Lebaran, sekaligus kolaborasi yang baik antar stakeholder,” tukas Pahlevi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *