Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

Jalan Gatot Subroto Kota Medan Mendadak Ricuh, Ketegangan Pecah Antara Pedagang dengan Dishub Kota Medan Saat Dilakukan Penertiban Parkir Liar di Bahu Jalan

37
×

Jalan Gatot Subroto Kota Medan Mendadak Ricuh, Ketegangan Pecah Antara Pedagang dengan Dishub Kota Medan Saat Dilakukan Penertiban Parkir Liar di Bahu Jalan

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, mendadak ricuh pada Selasa (21/04/2026) malam. Ketegangan pecah antara para Pedagang dengan Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan saat dilakukan penertiban parkir liar di bahu jalan yang selama ini kerap digunakan pengunjung angkringan.

Insiden bermula ketika Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menindak sebuah kendaraan milik pedagang yang digunakan untuk berjualan di lokasi tersebut, tindakan yang dinilai dilakukan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya itu langsung memicu protes keras dari para pedagang.

Sejumlah pedagang yang merasa dirugikan mempertanyakan langkah tegas petugas di lapangan. Adu argumen pun tak terhindarkan, bahkan sempat memancing kerumunan warga masyarakat yang menyaksikan perdebatan sengit tersebut.

Disatu sisi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menegaskan bahwa penertiban dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan. Parkir liar di bahu Jalan Gatot Subroto Kota Medan memang dilarang karena dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas disalah satu jalur utama Kota Medan tersebut.

Namun disisi lain, para pedagang beralasan bahwa aktivitas parkir di kawasan itu sudah berlangsung lama dan menjadi kebiasaan. Lokasi tersebut bahkan dikenal sebagai titik berkumpulnya pengunjung angkringan pada malam hari, sehingga keberadaan kendaraan di bahu jalan dianggap sebagai bagian dari aktivitas ekonomi setempat.

Ketiadaan sosialisasi yang jelas sebelum penertiban menjadi pemicu utama ketegangan. Para pedagang menilai tindakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan terlalu mendadak dan tidak memberi ruang bagi mereka untuk beradaptasi atau mencari solusi alternatif.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam implementasi kebijakan di lapangan. Penegakan aturan tanpa pendekatan persuasif berpotensi memicu konflik, terutama ketika menyangkut sumber penghidupan warga masyarakat.

Sampai hari belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan terkait kronologi lengkap maupun langkah lanjutan pasca-insiden tersebut. Situasi di lokasi dilaporkan telah berangsur kondusif, namun menyisakan pertanyaan besar soal pola penertiban yang dinilai belum harmonis bagi para pedagang.(M-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *