Berita TerkiniInternasionalKriminal dan hukumOpini / Feature

Kritikan Keras Warga Desa Suka Maju: Bantuan Banjir Diduga Dipotong Rp600 Ribu per KK, Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan

608
×

Kritikan Keras Warga Desa Suka Maju: Bantuan Banjir Diduga Dipotong Rp600 Ribu per KK, Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Subulussalam |news1kabar.com Rabu (11/03/2026) Gelombang kritik keras datang dari masyarakat Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam Warga mempertanyakan dugaan pemotongan dana bantuan banjir yang disebut-sebut mencapai Rp600 ribu per Kepala Keluarga (KK)

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa jumlah penerima bantuan mencapai 411 KK Jika benar setiap KK dipotong Rp600 ribu maka total dana yang diduga terpotong mencapai sekitar Rp246.600.000.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa bantuan tersebut berkaitan dengan bantuan banjir, termasuk program jadup (jatah hidup) dan rehabilitasi rumah bagi warga terdampak. Namun, warga mengaku kaget ketika mengetahui adanya potongan dana yang dinilai cukup besar.

“Kalau memang benar dipotong Rp600 ribu per KK, jumlahnya sangat besar. Kami sebagai masyarakat tentu bertanya-tanya ke mana perginya uang itu,” ujar salah seorang warga.

Menurut keterangan beberapa warga pemotongan tersebut diduga dilakukan oleh oknum dari dinas terkait. Warga juga menyebutkan bahwa pemotongan itu dikatakan sebagai suruhan dari dinas melalui Pj Kepala Desa Suka Maju, yang kemudian disampaikan kepada masyarakat melalui kepala dusun (Kadus)

Namun demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan dari warga dan belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait.

Kritikan masyarakat pun semakin keras karena bantuan tersebut seharusnya diberikan penuh kepada korban banjir yang membutuhkan. Banyak warga berharap bantuan pemerintah dapat benar-benar meringankan beban mereka setelah terdampak bencana.

Sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan klarifikasi dan penyelidikan Transparansi dinilai sangat penting agar tidak muncul kecurigaan dan keresahan di tengah masyarakat.

“Jika tidak ada masalah, jelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Tapi kalau memang ada penyimpangan, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pj Kepala Desa Suka Maju maupun dinas terkait mengenai dugaan pemotongan dana bantuan tersebut.

Masyarakat kini menunggu penjelasan yang transparan agar polemik ini tidak semakin meluas dan kepercayaan publik tetap terjaga.

Redaksi: 1kabar.com
Penulis : Syahbudin Padang
Dok : Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *