Berita TerkiniKriminal dan hukum

Kronologi Driver Ojek Online Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Hingga Terpental ke Kandang Babi

37
×

Kronologi Driver Ojek Online Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Hingga Terpental ke Kandang Babi

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Seorang driver ojek online (Ojol) bernama Rajali berusia (38 tahun), Warga Jalan Pelita II, Gang Tangga Batu, Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Senin (20/04/2026), tewas ditabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Rajawali II Perumnas Mandala, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Jasad korban terlempar beberapa meter dari lokasi kejadian dan ditemukan didalam kandang Babi di Jalan Elang, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Sementara itu seorang wanita yang merupakan penumpang driver ojek online (Ojol) mengalami luka ringan dan syok pasca kejadian sedangkan sepeda motor korban terseret hingga ratusan meter.

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum peristiwa naas itu terjadi, driver ojek online (Ojol) tengah mengantarkan penumpang wanita dari arah Jalan Rajawali II Perumnas Mandala dengan tujuan Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung.

Namun saat melintas di perlintasan rel kereta api, korban yang diduga tidak memperhatikan kondisi sekitar dan tidak melihat ke arah kanan maupun kiri. Tanpa menyadari adanya kereta api yang melaju dari arah Medan menuju Bandara Kualanamu, korban langsung melewati perlintasan tanpa palang pintu.

Dalam hitungan detik, kereta api tersebut menabrak korban hingga terpental masuk ke dalam kandang babi disekitar lokasi. Sementara penumpang wanita yang dibonceng hanya mengalami luka ringan.

Sepeda motor korban juga terseret hingga ratusan meter dari titik tabrakan. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut langsung bergegas mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan namun korban dipastikan telah tewas dengan kondisi kaki kanan robek, tangan kiri patah, dan sejumlah luka ditubuh korban.

Pada waktu yang bersamaan, sekira seratus driver ojek online (Ojol) tiba di lokasi untuk memastikan kondisi rekan mereka. Tidak lama kemudian, Personel dari Polsek Medan Area dan Polisi Khusus Kereta Apis (Polsuska) juga datang, namun belum melakukan tindakan apa pun lantaran masih menunggu Tim Inafis Polrestabes Medan. Setelah lebih dari satu jam, Tim Inafis Polrestabes Medan akhirnya tiba ditempat kejadian.

Di lokasi, keluarga korban bersama para driver ojek online (Ojol) kemudian mengangkat jenazah korban dari kandang babi. Selanjutnya, Tim Inafis Polrestabes Medan melakukan identifikasi terhadap jenazah korban.

Namun, jenazah belum dapat segera dievakuasi ke rumah sakit karena belum ada ambulans yang tersedia. Akhirnya, jenazah dibawa ke Jalan Rajawali untuk menunggu kedatangan ambulans. Sementara itu, ratusan warga masyarakat bersama driver ojek online (Ojol) tetap berkerumun di lokasi untuk menjaga jenazah korban.

Sejumlah warga masyarakat sekitar mengungkapkan bahwa kecelakaan diperlintasan kereta api tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi, melainkan sudah berulang kali. Selama ini, perlintasan tersebut sempat dijaga secara swadaya oleh warga yang bertugas menghentikan kendaraan saat kereta melintas.

Namun belakangan ini, menurut pengakuan warga masyarakat sekitar, sering terjadi perselisihan antara penjaga perlintasan dengan pengendara sepeda motor. Banyak pengendara yang tidak mengindahkan peringatan, sehingga membuat para penjaga enggan kembali bertugas di lokasi tersebut. Akibatnya, saat kecelakaan terjadi, tidak ada lagi yang berjaga.

Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, khususnya dengan pemasangan palang pintu resmi diperlintasan tersebut, guna mencegah terjadinya kecelakaan dan jatuhnya korban jiwa dikemudian hari

Jasad driver ojek online (Ojol) ditemukan didalam kandang Babi setelah ditabrak kereta api di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Rajawali dan Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.(inn0101/news1kbr/m-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *