Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

Milad ke-62 IMM : Bergerak dan Berdampak, Teguhkan Peran Menuju Muktamar Muhammadiyah ke-49

26
×

Milad ke-62 IMM : Bergerak dan Berdampak, Teguhkan Peran Menuju Muktamar Muhammadiyah ke-49

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Pada Perayaan Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-62, memiliki tema, “Bergerak dan Berdampak untuk Indonesia” bukan sekadar slogan normatif. Ia adalah pernyataan sikap sekaligus tuntutan zaman.

Di usia yang telah melampaui enam dekade, IMM tidak lagi cukup hanya “bergerak” dalam arti organisatoris, tetapi harus memastikan setiap geraknya melahirkan dampak nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Refleksi ini penting karena tidak sedikit gerakan mahasiswa yang terjebak pada rutinitas seremonial tanpa daya ubah yang signifikan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dengan trilogi gerakannya keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan memiliki fondasi ideologis yang kuat untuk keluar dari jebakan tersebut. Pertanyaannya bukan lagi apakah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bergerak, tetapi sejauh mana gerakan itu berdampak.

Dalam dimensi keagamaan, “bergerak dan berdampak” berarti menghadirkan Islam yang tidak hanya dipahami, tetapi dirasakan manfaatnya. Dakwah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) harus melampaui ruang-ruang simbolik menuju transformasi sosial yang mencerahkan.

Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dituntut menjadi representasi Islam berkemajuan yang mampu menjawab krisis moral, intoleransi, dan kekosongan spiritual generasi muda dengan pendekatan yang inklusif dan rasional.

Pada ranah kemahasiswaan, gerakan yang berdampak ditunjukkan melalui produktivitas intelektual.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) harus kembali menegaskan dirinya sebagai gerakan ilmu, bukan sekadar gerakan aksi. Kampus sebagai basis gerakan harus dihidupkan dengan tradisi riset, diskursus kritis, serta kontribusi nyata dalam merumuskan solusi atas persoalan publik.

Di sinilah “dampak” menemukan bentuknya, ketika gagasan Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tidak berhenti di forum, tetapi memengaruhi kebijakan dan kesadaran kolektif.

Sementara itu, dalam konteks kemasyarakatan, relevansi tema milad ini menjadi semakin jelas. Indonesia hari ini menghadapi berbagai tantangan ketimpangan sosial, krisis pendidikan, hingga disrupsi ekonomi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tidak boleh berjarak dari realitas ini. Gerakan sosial yang berbasis pemberdayaan, advokasi, dan keberpihakan kepada kelompok rentan harus menjadi prioritas. Bergerak saja tidak cukup, gerakan itu harus dirasakan oleh masyarakat luas.

Tema itu juga menemukan momentumnya ketika dikaitkan dengan agenda besar Persyarikatan Muhammadiyah, yakni Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada 2027 di Sumatera Utara (Sumut).

Rangkaian Muktamar bukan sekadar perhelatan organisasi, melainkan ruang strategis untuk menentukan arah gerakan Muhammadiyah ke depan. Karena itu, keberhasilan muktamar adalah bagian dari dampak kolektif yang harus diperjuangkan bersama, termasuk oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Dalam konteks ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki tanggung jawab ganda sebagai gerakan kader yang menyiapkan generasi penerus, sekaligus sebagai bagian integral dari Muhammadiyah yang harus memastikan keberlangsungan agenda tajdid.

Dukungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) terhadap suksesnya Muktamar ke-49 harus diwujudkan dalam kerja nyata dari konsolidasi kader, penguatan narasi intelektual, hingga keterlibatan aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan.

Optimisme terhadap suksesnya Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara juga diperkuat oleh peran strategis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah yang berkembang pesat. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) telah menunjukkan kapasitasnya melalui berbagai prestasi akademik, penguatan kelembagaan, serta kontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

Capaian tersebut bukan sekadar kebanggaan institusional, tetapi menjadi indikator kesiapan dalam menopang agenda besar seperti muktamar.

Dengan infrastruktur yang memadai, sumber daya manusia yang unggul, serta pengalaman dalam mengelola berbagai kegiatan berskala besar, dibawah kepemimpinan Prof Dr Agussani, M.Ap, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan bahwa Muktamar Muhammadiyah ke-49 dapat berlangsung sukses, bermartabat, dan berdampak luas.

Di titik ini, benang merah antara tema milad Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (IMM) dan agenda muktamar menjadi jelas, bergerak adalah prasyarat, tetapi berdampak adalah tujuan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tidak hanya dituntut aktif dalam dinamika organisasi, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam setiap momentum strategis Muhammadiyah.

Selain itu, Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah ajakan untuk bertransformasi dari gerakan yang sekadar hadir menjadi gerakan yang memberi arti.

Menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke-49, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) harus membuktikan bahwa ia tidak hanya bagian dari sejarah, tetapi juga penentu masa depan. Dengan terus bergerak dan memastikan setiap langkahnya berdampak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dapat meneguhkan dirinya sebagai kekuatan moral-intelektual yang relevan bagi Indonesia hari ini dan esok.(m-40)

(Artikel Ditulis oleh Akbar Muhadist Menjabat Sebagai Sekretaris Umum DPD IMM Sumut).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *