Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

Puluhan Massa Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Kota Medan, Minta DPRD Kota Medan Segera Keluarkan Rekomendasikan Tutup Pabrik PT. Kilang Kecap Angsa di Jalan Bono Diduga Cemari Lingkungan

70
×

Puluhan Massa Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Kota Medan, Minta DPRD Kota Medan Segera Keluarkan Rekomendasikan Tutup Pabrik PT. Kilang Kecap Angsa di Jalan Bono Diduga Cemari Lingkungan

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Aksi massa unjuk rasa puluhan aliansi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Medan berlangsung dramatis di tengah guyuran hujan deras, Senin (20/04/2026). Massa mendesak penutupan pabrik kecap milik PT. Kilang Kecap Angsa di Jalan Bono, Kecamatan Medan Timur, yang diduga mencemari lingkungan.

Dalam orasinya, para demonstran menyoroti dugaan pencemaran limbah udara dan cair yang disebut telah berlangsung lama dan berdampak pada kesehatan warga masyarakat sekitar. Mereka meminta DPRD Kota Medan segera mengeluarkan rekomendasi tegas terhadap operasional pabrik tersebut.

“Rekomendasikan tutup pabrik kecap. Masyarakat sekitar sudah cukup menderita puluhan tahun akibat aroma bau menyengat,” teriak salah satu orator di lokasi aksi massa unjuk rasa, Senin (20/04/2026).

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, turun langsung menemui massa aksi unjuk rasa. Ia menerima aspirasi para demonstran dan memastikan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti melalui rapat dengar pendapat (RDP).

Hujan deras yang tiba-tiba mengguyur kawasan gedung dewan tidak menyurutkan jalannya aksi massa unjuk rasa. Massa aksi unjuk rasa bersama Anggota DPRD Kota Medan, termasuk Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Simanjuntak, tetap bertahan meski basah kuyup. Pertemuan kemudian dipindahkan ke Ruang Komisi IV DPRD Kota Medan agar dialog dapat berlangsung lebih kondusif.

Paul Simanjuntak mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pabrik sekitar satu bulan lalu. Dari hasil sidak tersebut, ditemukan adanya bau tidak sedap yang cukup mengganggu.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi dan memang bau yang ditimbulkan cukup mengganggu pernapasan. Terima kasih atas kepedulian masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, DPRD Kota Medan akan segera memanggil pihak perusahaan dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dijadwalkan pada awal Mei 2026 mendatang. Forum tersebut akan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Jika terbukti terjadi pelanggaran, perusahaan harus segera melakukan perbaikan. Jika tidak mampu atau tidak berkenan, maka akan kami rekomendasikan untuk ditutup dan izinnya dicabut,” tegas Paul.

Massa aksi unjuk rasa juga menyoroti adanya yang disebut drainase berasal dari aktivitas di areal pabrik kecap milik PT. Kilang Kecap Angsa di Jalan Bono, Kecamatan Medan Timur, yang dinilai turut memperparah kondisi pencemaran lingkungan .

Aksi massa unjuk rasa puluhan aliansi mahasiswa ini menjadi perhatian serius diterima DPRD Kota Medan, mengingat persoalan pencemaran lingkungan telah lama dikeluhkan masyarakat.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan digelar diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencari solusi serta memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan.(inn0101/news1kbr/m-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *