Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

Rico Waas Tantang Pelaku UMKM Berani Tampil dan Promosikan Produk di Tengah Era Digital

16
×

Rico Waas Tantang Pelaku UMKM Berani Tampil dan Promosikan Produk di Tengah Era Digital

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kbr.com

Dalam upaya memperkuat program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Medan di sektor pemberdayaan ekonomi, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menantang para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan untuk keluar dari zona nyaman dan berani tampil mempromosikan produk usahanya di tengah persaingan pasar yang semakin Kompetitif.

Tantangan itu disampaikan Rico Waas saat membuka kegiatan Pelatihan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bangkit : Strategi Digital untuk Pemulihan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Medan yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Lazada di Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Jumat (27/03/2026).

Menurut Rico Waas, persoalan utama Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini bukan hanya soal kualitas produk, tetapi rendahnya kepercayaan diri dalam memasarkan hasil usaha.

“Kita punya banyak produk bagus, tapi pelakunya tidak percaya diri untuk mempromosikan. Ini yang harus diubah. Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus berani tampil,” tegasnya.

Ia bahkan secara langsung mendorong pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang hadir untuk naik ke atas panggung dan memperkenalkan produknya. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk pembelajaran agar pelaku usaha terbiasa menawarkan produknya secara terbuka.

“Kalau tidak berani bicara, tidak berani jualan, bagaimana produk kita bisa dikenal.?. Mental ini yang harus dibangun,” ujarnya.

Rico Waas juga menyoroti fenomena Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap tumbuh cepat namun tidak bertahan lama. Hal itu, menurutnya, disebabkan oleh lemahnya strategi usaha dan minimnya pemahaman terhadap pasar.

“Banyak yang semangat diawal, tapi berhenti di tengah jalan. Karena tidak tahu cara jualan, tidak paham market, dan tidak punya strategi,” katanya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *