Berita TerkiniInternasionalKriminal dan hukumOpini / Feature

Syahbudin Padang Kutuk Keras Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel

88
×

Syahbudin Padang Kutuk Keras Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel

Sebarkan artikel ini

Aceh— news1kabar.com.Melalui press rilis resminya, Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, Syahbudin Padang, mengutuk keras tindakan militer Israel yang menangkap empat jurnalis dan satu aktivis kemanusiaan asal Indonesia saat menjalankan misi kemanusiaan internasional.

Menurut Syahbudin Padang, tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan pers, hak asasi manusia, serta mencederai prinsip-prinsip hukum internasional yang selama ini melindungi para jurnalis di wilayah konflik.

“Penangkapan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan misi kemanusiaan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Jurnalis memiliki hak untuk menyampaikan informasi kepada publik tanpa intimidasi maupun ancaman,” tegas Syahbudin Padang melalui press rilisnya, Kamis (21/5/2026).

Ia menilai, tindakan Israel tersebut tidak hanya melukai insan pers Indonesia, tetapi juga menjadi ancaman terhadap kebebasan informasi dunia internasional.

Melalui press rilis tersebut, Syahbudin Padang juga mendesak Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri agar segera mengambil langkah diplomasi tingkat tinggi guna memastikan keselamatan dan pembebasan para jurnalis serta aktivis kemanusiaan tersebut.

“Kami meminta pemerintah bergerak cepat, melakukan upaya diplomatik internasional, dan memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indonesia yang ditahan,” ujarnya.

Selain itu, ia turut mendorong seluruh organisasi pers, lembaga kemanusiaan, dan komunitas internasional agar bersatu memberikan dukungan moral maupun advokasi hukum demi membebaskan para jurnalis Indonesia.

Kasus ini mencuat setelah armada kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga sipil disebut dicegat oleh militer Israel di perairan internasional. Dalam insiden tersebut, sekitar seratus aktivis dilaporkan diamankan, termasuk sejumlah jurnalis asal Indonesia.

Peristiwa itu kini menjadi perhatian dunia internasional dan menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi pers serta sejumlah tokoh di Indonesia.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *