Serdang Bedagai | news1kabar.com
Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa, Kabupaten Serdang Bedagai kini telah menginjak usia ke-22 Tahun, sebuah usia yang kian matang dan penuh energi untuk terus berkembang.
Di balik perjalanan panjang tersebut, tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari para tokoh pemekaran yang dengan penuh pengorbanan mengabdikan diri demi lahirnya daerah otonom baru yang kini semakin maju.
Sejarah mencatat, pada Rabu, 19 November 2003, sebanyak 26 orang perwakilan Forum Masyarakat Bersatu Kabupaten Serdang Bedagai bertolak ke Jakarta melalui Bandara Polonia Medan.
Rombongan ini dipimpin oleh sosok sentral dan visioner, H. OK David Purba, SE, yang kalah itu menjabat sebagai Ketua Panitia Pemekaran.
Keberangkatan mereka bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan misi besar untuk menjemput masa depan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai.
Mereka terdiri dari berbagai elemen, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, perwakilan Etnis, hingga Insan Pers, yang bersatu dalam satu tekad mulia.
Salah satu yang turut dipercaya dalam rombongan tersebut adalah Wartawan Harian Waspada, Eddi Gultom, yang secara langsung ditunjuk oleh H. OK David Purba, SE.
”Untuk Wartawan, Bang Eddi Gultom besok ikut berangkat,” ujar David Purba kalah itu, menunjukkan kepercayaan dan peran penting Media dalam mengawal perjuangan bersejarah tersebut.
Puncak perjuangan terjadi pada Kamis, 20 November 2003, saat pengesahan pemekaran Kabupaten Serdang Bedagai diputuskan melalui Sidang Paripurna DPR RI di tingkat Pusat.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah yang tak ternilai bagi masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai. Keesokan harinya, pada Jumat, 21 November 2003, rombongan kembali ke Sumatera Utara dengan membawa Surat Keputusan (SK) pemekaran.
Setibanya di Bandara Polonia Medan sekitar pukul 08.00 WIB, mereka disambut meriah oleh masyarakat yang telah menantikan kabar bahagia tersebut.
Dengan penuh khidmat, rombongan kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Gubernur Sumatera Utara saat itu, H. T. Rizal Nurdin.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Lubuk Pakam untuk menyerahkan dokumen bersejarah tersebut kepada Bupati Deli Serdang, Drs. H. Abdul Havid, MBA, serta melaporkannya kepada DPRD setempat.
Namun, euforia perjuangan belum usai. Sekitar pukul 15.00 WIB, rombongan tiba diperbatasan Sungai Ular, yang menjadi saksi penyambutan luar biasa dari ratusan masyarakat yang datang dari 11 Kecamatan.
Berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, hingga Partai Politik, bersatu menyambut lahirnya daerah baru dengan penuh sukacita.
Dari Sungai Ular hingga ke Sei Rampah, rombongan diarak dengan penuh semangat menuju Kantor Pelaksana Bupati yang saat itu berada di Kantor Camat Sei Rampah, di Desa Firdaus.
Sekitar pukul 17.00 WIB, suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan.
Bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, momentum bersejarah tersebut juga diisi dengan buka Puasa Bersama dan Sholat Maghrib berjamaah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah Agama serta prosesi Tepung Tawar kepada Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Deli Serdang saat itu, Drs. H. Chairullah, SIP., MAP., sebagai simbol rasa syukur atas terwujudnya cita-cita pemekaran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan pada masa itu, H. OK David Purba, SE menegaskan bahwa perjuangan pemekaran bukanlah untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan demi kemajuan bersama.
”Pemekaran bukan milik Anda dan bukan milik saya, tetapi milik kita semua. Mari kita bersatu membangun Kabupaten Serdang Bedagai,” tegasnya.
Sosok David Purba pun dikenal luas sebagai tokoh yang gigih, rela berkorban tenaga, pikiran, hingga materi demi terwujudnya pemekaran.
Namanya harum tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga tingkat Provinsi dan Nasional.
Kini, 22 Tahun telah berlalu. Semangat juang para tokoh pemekaran tetap hidup dan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Kabupaten Serdang Bedagai.
Dedikasi mereka bukan hanya sejarah, melainkan inspirasi abadi bagi generasi penerus untuk terus menjaga persatuan dan membangun daerah dengan sepenuh hati.(news1kbr/H. Eddi Gultom)












