Berita TerkiniInternasionalKesehatanKriminal dan hukumOpini / Feature

WARGA MUAK! PROYEK JALAN DIDUGA ABAIKAN KESEHATAN, DPRK DIMINTA TURUN TANGAN

184
×

WARGA MUAK! PROYEK JALAN DIDUGA ABAIKAN KESEHATAN, DPRK DIMINTA TURUN TANGAN

Sebarkan artikel ini

News1kabar.com | Subulussalam, Buluh Dori KM 11 — Kesabaran warga kian menipis. Aktivitas proyek jalan yang dikerjakan oleh PT Waskita di ruas Jalan Siti Ambia kini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi diduga telah membahayakan kesehatan masyarakat.

Debu tebal beterbangan setiap hari, masuk ke rumah warga hingga ke dalam masjid. Kondisi ini diperparah dengan penanganan yang dinilai setengah hati. Penyiraman jalan hanya berlangsung singkat, sekitar lima menit, setelah itu kembali kering dan berdebu.

Ketua Pemuda Desa Buluh Dori KM 11, Al Ujung, dengan tegas mengecam kondisi tersebut.

> “Ini bukan lagi gangguan biasa, ini kelalaian serius! Jangan anggap remeh kesehatan masyarakat. Penyiraman hanya formalitas, debu tetap beterbangan. Rakyat yang jadi korban!” tegasnya.

Ia juga menilai pihak pelaksana proyek tidak menunjukkan keseriusan dalam mengendalikan dampak lingkungan. Jalan yang disiram seadanya justru menjadi becek, namun saat kering kembali dipenuhi debu.

Tak hanya itu, aktivitas kendaraan besar pengangkut alat berat yang melintas pada siang hari turut menambah kekhawatiran warga. Pasalnya, di lokasi tersebut merupakan jalur padat aktivitas pelajar, mulai dari anak TK, SLB hingga SMP Negeri 2 yang keluar masuk setiap hari.

Warga menilai kondisi ini sangat berbahaya dan dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Al Ujung, pihak pemuda bahkan telah beberapa kali melayangkan surat protes yang diterima langsung oleh koordinator lapangan PT Waskita. Namun hingga kini, belum ada respons maupun tindakan nyata di lapangan.

Tak hanya menyasar pihak perusahaan, Al Ujung juga mendesak DPRK agar tidak tinggal diam.

> “Kami minta DPRK segera turun ke lapangan, jangan hanya duduk di kantor! Lihat langsung penderitaan masyarakat. Kalau perlu, panggil pihak PT Waskita dan evaluasi total proyek ini. Jangan sampai rakyat terus dirugikan!” lanjutnya.

Warga menegaskan, jika tidak ada tindakan konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin aksi protes akan dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak terkait.

Ini peringatan keras. DPRK dan pihak terkait harus segera bertindak. Jangan tunggu rakyat bergerak sendiri. Kesehatan masyarakat bukan untuk diabaikan!

Redaksi: news1kabar.com.com Syahbudin Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *