Berita Terkini

Bank BPD Bali Aktif Dorong Dgitalisasi Lewat QRIS

16
×

Bank BPD Bali Aktif Dorong Dgitalisasi Lewat QRIS

Sebarkan artikel ini

Badung – News.1Kabar.com“Kalau Tidak ada biaya admin, BPD Bali dapat untung dari mana?” Pertanyaan tajam itu meluncur dari Evania Poety, mahasiswi Universitas Dhyana Pura, dalam sesi tanya jawab Workshop Literasi Digital “Tips Aman Bertransaksi Online” yang digelar Serikat Siber Indonesia (SMSI ) Badung, Selasa (21/4/2026), di Kertha Gosana Puspem Badung.

Sebab, selama ini ada beberapa Bank yang memang membebankan biaya admin bagi pengguna QRIS, sementara Bank BPD Bali memang menggratiskan biaya MDR 0% untuk pengguna QRIS. Lalu, dimana keuntungan bank?

Narasumber Nyoman Indra Pranata, S.E dari BPD Bali menjawab lugas, bahwa Keuntungannya bukan dari potongan transaksi, Keuntungan didapat dari fee based income ekosistem.

“Ketika saldo mengendap di rekening merchant, ada dana pihak ketiga. Ketika volume transaksi naik, ada potensi cross selling produk lain seperti KUR, tabungan, atau asuransi. Intinya, kalau UMKM maju, bank ikut tumbuh,” jelasnya.

Dalam paparannya, Indra Pranata menyebut BPD Bali aktif mendorong digitalisasi lewat QRIS. dengan memberikan persyaratan yang sangat mudah.

“Cukup dengan KTP dan buku tabungan BPD, pelaku UMKM sudah bisa membuat QRIS Bank BPD Bali,” ujarnya.

Ia membeberkan 4 keunggulan QRIS BPD Bali bagi merchant, pertama, Transaksi langsung masuk ke rekening tanpa proses settlement berhari-hari. Kedua, Pantau real time, dimana Merchant bisa cek transaksi, mutasi rekening, dan saldo langsung dari HP. Ketiga, multi terminal yaitu satu rekening bisa dipakai di lebih dari 1 kasir untuk usaha yang punya banyak cabang atau meja kasir, dan keempat kontrol jarak jauh yaitu pemilik usaha tetap bisa memantau transaksi penjualan meski tidak di lokasi.

Indra juga mengingatkan ancaman nyata, dimana barcode QRIS bisa tertukar sehingga menyebabkan dana masuk ke merchant yang salah. Untuk itu Ia pun membagikan langkah antisipasi bagi pembeli dan pedagang dalam mempergunakan QRIS, seperti mengecek nama merchant yang muncul di HP saat scan.
Jika beda dengan nama toko, mereka bisa langsung menanyakan ke kasir.

Hindari menaruh banyak QRIS di satu tempat untuk mencegah salah scan. Gunakan QRIS dinamis jika memungkinkan, agar nominal otomatis muncul sesuai pembelian. Jika terlanjur bayar ke merchant salah, simpan bukti transaksi, catat nominal, waktu, dan nama merchant yang muncul. Data ini dipakai untuk lapor ke bank. Pengembalian dana, tergantung kerjasama merchant penerima dengan proses investigasi bank.

Workshop yang digelar SMSI Badung ini menghadirkan 200 peserta dari Gen Z, milenial, wartawan, dan pelaku UMKM Sidi Kumbara. Dua narasumber lain yang hadir adalah Anak Agung Ngurah Surya dari OJK Provinsi Bali dan Zetra Les Saputra dari Bank Indonesia Provinsi Bali. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *