Berita TerkiniKriminal dan hukumOpini / Feature

Akun Facebook “Subulussalam Neutral” Dinilai Meresahkan, Warga Minta Unit Siber Polres Bertindak Tegas

217
×

Akun Facebook “Subulussalam Neutral” Dinilai Meresahkan, Warga Minta Unit Siber Polres Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini

Subulussalam| news1kabar.com  Keberadaan akun Facebook bernama “Subulussalam Neutral”menuai sorotan dan keresahan di tengah masyarakat. Akun yang diduga anonim atau bodong tersebut dinilai kerap memposting konten bernada provokatif, ujaran kebencian, serta makian terhadap sejumlah pihak di Kota Subulussalam.

Sejumlah warga menyebut aktivitas akun tersebut sudah melewati batas kewajaran dalam bermedia sosial. Bukannya menyajikan kritik yang membangun, akun itu justru dianggap memperkeruh suasana dan memicu kegaduhan di ruang publik digital.

“Kami menduga ini akun palsu yang sengaja dibuat untuk memecah belah dan membuat gaduh. Isinya bukan kritik membangun, tapi cenderung menyerang dan memprovokasi,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Unit Siber Polres Subulussalam untuk segera melakukan penelusuran dan mengungkap identitas pemilik akun tersebut. Warga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, termasuk dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Menurut warga, pembiaran terhadap akun-akun anonim yang menyebarkan konten provokatif berpotensi merusak kondusivitas daerah. Apalagi, Subulussalam sebagai kota yang terus berkembang membutuhkan suasana yang aman, damai, dan sejuk, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Selain meminta tindakan tegas dari aparat, masyarakat juga mengimbau agar seluruh warga lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Warga diminta tidak mudah terprovokasi serta tidak ikut menyebarluaskan konten yang belum jelas kebenarannya.

“Kami percaya pihak kepolisian, khususnya Unit Siber, mampu menelusuri siapa di balik akun tersebut. Demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama, kami berharap ada langkah nyata,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Subulussalam terkait laporan dan desakan masyarakat tersebut.

Masyarakat berharap persoalan ini segera ditangani agar ruang digital di Subulussalam kembali menjadi sarana informasi yang sehat, edukatif, dan tidak menjadi alat untuk menyebarkan kebencian.Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *