Bener Meriah|news1kabar.com
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menyebabkan kerusakan infrastruktur parah hingga memutus total akses jalan di Km 50 ruas Jalan Elak Enang-Enang. Peristiwa yang terjadi pada Minggu 5/4/26 tersebut mengakibatkan jalur transportasi lumpuh total dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan laporan di lapangan, derasnya arus air akibat hujan intensitas tinggi menggerus badan jalan hingga terputus, bahkan jembatan darurat yang selama ini digunakan warga turut hanyut terbawa arus. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas dari kedua arah, dan dilaporkan satu unit kendaraan terguling akibat kondisi jalan yang licin dan rusak parah.
Ketua LSM KAKI Aceh, Muammar Saputra, mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera mengambil langkah cepat dan terukur dalam penanganan bencana serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Ini adalah situasi darurat yang membutuhkan respon cepat. Pemerintah harus segera turun tangan, memastikan distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta percepatan pemulihan infrastruktur yang menjadi akses vital masyarakat,” tegasnya
Muammar juga menekankan bahwa keterlambatan penanganan dapat memperburuk kondisi warga, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada akses jalan tersebut untuk aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.Ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, relawan, maupun sektor swasta untuk bersinergi dalam upaya penanggulangan bencana,kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban korban.
Solidaritas kemanusiaan harus menjadi prioritas. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua pihak harus bersatu untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan yang layak dan cepat,” tambahnya.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta tidak memaksakan melintas di jalur yang terdampak, mengingat kondisi masih berbahaya dan belum sepenuhnya stabil.Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, serta perlunya langkah strategis jangka panjang dalam memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana, khususnya di kawasan Aceh.












