Deli Serdang | news1kabar.com
Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun 3, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, pada Selasa (07/04/2026) malam memakan korban jiwa. Lima warga masyarakat meninggal dunia tertimpa tanah longsor.
Bencana tanah longsor yang menimpa warga masyarakat itu segera ditindaklanjuti Danramil 03/SBL Kapten Inf. Poniman memimpin proses evakuasi dan pembersihan material tanah longsor bersama Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara dan pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Deli Serdang.
Bencana longsor disebabkan tingginya intensitas hujan di wilayah dataran tinggi itu. Longsor menimpa dua kopel rumah sewa dan menewaskan lima penghuninya.
Begitu mendapat informasi tentang bencana tanah longsor tersebut, Danramil langsung memerintahkan Babinsa untuk melakukan monitoring, membantu warga masyarakat yang terdampak tanah longsor serta melakukan pendataan korban.
“Tadi malam Personel Babinsa kita perintahkan untuk melakukan monitoring, evakuasi warga masyarakat dan pendataan. Pagi ini kita langsung melakukan pencarian dan evakuasi para korban dan pembersihan material tanah longsor,” ujar Danramil, Kamis (09/04/2026).
Lima korban meninggal dunia, lanjut Danramil, sudah ditemukan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Pancur Batu sebelum diserahkan ke keluarganya masing-masing.
Kelima korban masing-masing Gobal Elpianus Sembiring (40), Boy Simorangkir (48), Jamilah br Ginting (49), Ros br Ginting (50) dan Riski Sembiring (15).
Sedangkan proses pembersihan material tanah longsor berjalan lancar dan arus lalulintas sudah pulih seperti semula.
“Proses pembersihan berjalan lancar. Satu unit eskavator (bekho) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dikerahkan untuk membersihkan material tanah longsor dan berjalan lancar,” katanya, Kamis (09/04/2026).
Menurut Danramil, tindakan selanjutnya adalah melaporkan peristiwa tersebut ke komando atas, seluruh tim penyelamat standby di lokasi melakukan monitoring.
“Kepada warga masyarakat kita juga mengingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan bencana tanah longsor susulan mengingat cuaca ekstrim masih berlangsung,” ungkapnya.(acc)












