Berita TerkiniOpini / Feature

Refleksi 27 Tahun Aceh Singkil: Menurut Razaliardi Manik, Makmursyah Putra Sosok Kunci Pembangunan

135
×

Refleksi 27 Tahun Aceh Singkil: Menurut Razaliardi Manik, Makmursyah Putra Sosok Kunci Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Aceh Singkil news1kabar.com eringatan hari jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil pada Senin (27/4/2026) menjadi momentum mengenang tokoh penting dalam sejarah daerah, Makmursyah Putra.

Menurut Razaliardi Manik, Makmursyah Putra merupakan sosok sentral dalam berdirinya Aceh Singkil sebagai daerah otonom pada 1999 sekaligus peletak dasar pembangunan di wilayah tersebut.

“Beliau adalah pelopor. Sosok yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah Aceh Singkil,” tulis Razaliardi dalam refleksinya.

Peletak Fondasi Daerah Menurut Razaliardi, di masa kepemimpinannya selama dua periode, Makmursyah berhasil membawa Aceh Singkil keluar dari keterisolasian. Ia dinilai mampu menata pemerintahan serta membangun kepercayaan masyarakat di tengah situasi Aceh yang saat itu masih dilanda konflik.

Tak hanya itu, Makmursyah juga disebut berperan dalam mendorong lahirnya Kota Subulussalam sebagai daerah otonom baru.

Pemimpin Dekat Rakyat Dalam pandangan Razaliardi, Makmursyah dikenal sebagai pemimpin yang ramah dan dekat dengan masyarakat.

“Beliau murah senyum dan tidak berjarak dengan rakyat,” tulisnya.

Namun, ia juga menilai ada sisi lain dari kepemimpinan tersebut, yakni keengganan Makmursyah untuk berkata “tidak” terhadap permintaan tertentu. Hal itu, menurutnya, kadang memengaruhi pengambilan kebijakan.

Diuji Kasus, Tetap Teguh Menurut Razaliardi, salah satu ujian berat yang dihadapi Makmursyah adalah ketika terseret kasus hukum pada 2005. Meski demikian, ia tetap yakin tidak bersalah.

Keyakinan itu terbukti setelah pengadilan memutuskan dirinya bebas dari segala tuntutan.

“Beliau tetap percaya diri dan akhirnya terbukti tidak bersalah,” tulis Razaliardi.

Warisan yang Masih Dikenang Makmursyah Putra meninggal dunia pada 15 Oktober 2011. Namun menurut Razaliardi, jasa dan pengabdiannya masih sangat terasa hingga kini.

Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah daerah memberikan penghargaan resmi atas jasa Makmursyah sebagai Tokoh Pembangunan Aceh Singkil.

“Fondasi pembangunan daerah ini adalah hasil kerja beliau,” tegasnya.

Peringatan HUT ke-27 Aceh Singkil, menurut Razaliardi, bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali jasa para tokoh yang telah berkontribusi besar bagi daerah.[Red ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *