Berita TerkiniKesehatanKriminal dan hukumOlah ragaOtomotif, bisnis dan ekonomi

Video Dugaan Pencekikan Kepala SPPG Program MBG di Yayasan Rang Minang Asli Viral di Media Sosial, Korban Ungkap Kekerasan dan Intimidasi

35
×

Video Dugaan Pencekikan Kepala SPPG Program MBG di Yayasan Rang Minang Asli Viral di Media Sosial, Korban Ungkap Kekerasan dan Intimidasi

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Beredarnya video dugaan tindakan kekerasan dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik setelah rekaman tersebut viral di media sosial (Medsos).

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada 31 Maret 2026 di Jalan Pancasila, Gang Sekolah, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, di Lingkungan Operasional Yayasan Rang Minang Asli

Korban diketahui berinisial HP yang menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KA SPPG) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan korban kepada wartawan, insiden bermula saat berlangsung diskusi dan perdebatan internal antara dirinya dengan Ketua Yayasan terkait Pelaksanaan Pekerjaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut HP, perdebatan awalnya berjalan secara verbal. Namun situasi berubah ketika seorang pengawas Yayasan yang berada diruangan tersebut tiba-tiba berdiri dari sofa, mendatangi korban, lalu yang diduga melakukan tindakan pencekikan.

Saat kejadian berlangsung, korban berada dalam posisi duduk dikursi.

>”Saya sedang duduk ketika debat berlangsung, lalu pengawas datang dan langsung mencekik saya,” ujar HP.

Korban menegaskan bahwa peristiwa tersebut sesuai dengan rekaman video yang kini beredar luas di media sosial (Medsos).

Selain dugaan tindakan pencekikan, HP juga menyampaikan adanya dugaan tindakan intimidasi yang disebut dilakukan oleh Ketua Yayasan terhadap tenaga pelaksana lain dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, tekanan tersebut yang diduga dialami oleh Tenaga Ahli Gizi maupun Asisten Lapangan (Aslap). Situasi tersebut disebut turut tergambar dalam video yang beredar dan menjadi bagian dari konflik internal di lingkungan kerja.

HP menyatakan bahwa tindakan kekerasan fisik merupakan kejadian pertama yang dialaminya, namun tekanan maupun intimidasi disebut telah terjadi sebelumnya.

Korban menilai hingga saat ini pihak Yayasan belum menunjukkan sikap mengakui kesalahan atas insiden tersebut. Hal ini kemudian memunculkan perhatian publik terhadap mekanisme penyelesaian konflik serta perlindungan tenaga kerja dalam pelaksanaan program sosial.

Publik juga berharap Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai tujuan awal, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi profesionalitas, etika kerja, serta keamanan bagi seluruh petugas pelaksana.

Perkembangan kasus ini masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait serta langkah lanjutan dari aparat berwenang.(news1kbr/m-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *