Berita Terkini

Warga Tangse Bergotong Royong Bangun Bendungan Irigasi Pasca Banjir Bandang

165
×

Warga Tangse Bergotong Royong Bangun Bendungan Irigasi Pasca Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini

Pidie|news1kabar.com

Semangat gotong royong kembali menjadi penopang ketahanan masyarakat di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Warga dari sejumlah gampong secara swadaya membangun kembali bendungan irigasi Blang Bungong yang sebelumnya hancur total akibat banjir bandang pada November 2025 lalu.

Bendungan irigasi Blang Bungong memiliki peran vital sebagai sumber pengairan bagi lahan persawahan masyarakat di Gampong Blang Jeurat, Gampong Pulo Baro, Gampong Layan, serta sebagian wilayah Gampong Pulo Mesjid. Tercatat, sekitar ±300 hektare areal persawahan bergantung pada keberadaan infrastruktur tersebut.

Sejak kerusakan akibat bencana, kawasan persawahan Blang Kuta Trieng yang mencakup beberapa gampong tersebut tidak lagi dapat ditanami padi secara optimal. Kondisi ini berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan ekonomi masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Di tengah keterbatasan, masyarakat Tangse menunjukkan inisiatif kolektif dengan bergotong royong membangun bendungan darurat guna memulihkan aliran air ke lahan pertanian. Upaya ini mencerminkan daya tahan sosial (social resilience) masyarakat desa dalam menghadapi krisis, sekaligus menegaskan pentingnya solidaritas komunitas sebagai modal sosial pembangunan.

Warga menilai bahwa pembangunan bendungan secara permanen tetap menjadi kebutuhan mendesak. Mereka berharap Pemerintah Aceh, khususnya Pemerintah Kabupaten Pidie, dapat memberikan perhatian serius melalui pembangunan infrastruktur irigasi yang lebih kokoh, terencana, dan berkelanjutan.

Bendungan ini sangat vital bagi kehidupan kami. Tanpa air, kami tidak bisa menanam padi. Kami berharap ada solusi permanen dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar warga.

Penguatan infrastruktur irigasi yang adaptif terhadap risiko bencana dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi pangan daerah. Selain itu, intervensi pemerintah yang terukur juga diperlukan guna memastikan keberlanjutan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *