Berita TerkiniKesehatanOtomotif, bisnis dan ekonomi

Simulasi Sispamkota Polrestabes Medan Digelar, Wakil Wali Kota Medan Ingatkan Ancaman di Objek Vital dan Peran Medsos

15
×

Simulasi Sispamkota Polrestabes Medan Digelar, Wakil Wali Kota Medan Ingatkan Ancaman di Objek Vital dan Peran Medsos

Sebarkan artikel ini

MEDAN | news1kabar.com

Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen kota dalam menghadapi potensi gangguan keamanan saat menghadiri Tactical Floor Game (TFG) Sispamkota yang digelar Kepolisian Resor Kota (Polrestabes) Medan, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dhira Brata Satuan Brimob Polda Sumatera Utara ini menjadi ajang simulasi strategis untuk menguji kesiapan aparat dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran lalu lintas di Kota Medan.

Didampingi Kepala Satuan Polisi (Kasatpol) Pamong Praja (PP) Kota Medan, M. Yunus serta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Irsan Idris Nasution, Zakiyuddin Harahap menekankan bahwa pengamanan kota bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit.

Menurut Zakiyuddin Harahap, objek vital seperti mal kerap menjadi sasaran saat situasi tidak terkendali, sehingga kesiapan semua sektor, termasuk layanan kesehatan, menjadi krusial dalam mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.

“Kalau terjadi situasi tidak terkendali, biasanya objek seperti mal menjadi sasaran. Karena itu, semua pihak harus siap, termasuk rumah sakit untuk penanganan korban,” jelas Zakiyuddin Harahap.

Lebih lanjut, Zakiyuddin Harahap menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas instansi melalui latihan bersama dan simulasi yang berkelanjutan. Ia juga menyoroti perlunya perhatian terhadap jalur akses menuju titik aksi, mengingat massa sering mencari celah untuk masuk meski telah dilakukan pembatasan.

“Simulasi ini penting agar kita siap sebelum kejadian. Jangan setelah terjadi baru kita bertindak,” kata Zakiyuddin Harahap.

Selain itu, Zakiyuddin Harahap mengingatkan bahwa peran media sosial dalam memobilisasi massa secara cepat tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi dan pengendalian informasi yang tepat guna mencegah eskalasi situasi di lapangan.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolrestabes) Medan, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol). Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan pengamanan difokuskan pada empat objek vital, yakni Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), dan Kantor Wali Kota Medan.

Untuk mendukung pengamanan, disiapkan sekitar 3.800 Personel Gabungan dari Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Medan yang akan ditempatkan dititik-titik strategis. Selain itu, dibentuk tim penyekat di pintu masuk kota seperti Terminal Amplas dan Pinang Baris guna mengantisipasi pergerakan massa dari luar daerah.

“Langkah ini penting karena Kota Medan berbatasan langsung dengan Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, dan Tanah Karo. Pergerakan massa dari luar kota harus bisa dikendalikan,” jelasnya.

Di sisi lain, kepolisian juga membentuk tim penegakan hukum serta memantau potensi penggerak aksi, termasuk melalui media sosial dan jaringan massa. Meski demikian, penyampaian aspirasi masyarakat tetap dijamin selama berlangsung tertib.

“Kami tetap melayani penyampaian aspirasi, tetapi harus sesuai aturan. Peran liaison officer (LO) penting untuk menjembatani komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.

Melalui simulasi Sispamkota ini, seluruh pihak diharapkan semakin siap menjaga kondusivitas Kota Medan, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan aman dan tertib.(news1kbr/m)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *